Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penindakan di jalan. Kepolisian kini mendorong pendekatan yang lebih humanis dengan menjalin kedekatan langsung antara polisi dan masyarakat pengguna jalan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyebutkan bahwa setiap anggota Polantas diarahkan memiliki relasi personal dengan komunitas pengguna jalan, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), sopir angkutan, hingga tukang parkir. “Perintah saya ke jajaran, satu anggota Polantas punya sahabat 20 ojol, punya sahabat driver, punya sahabat tukang parkir, dan komunitas-komunitas lainnya,” ujar Agus dalam keterangannya. Menurut Agus, kedekatan tersebut menjadi pintu masuk untuk melakukan edukasi keselamatan berlalu lintas secara langsung dan berkelanjutan. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga di posko pengamanan, pangkalan ojol, serta titik-titik keramaian. Polisi membangun budaya tertib lalu lintas lewat pendekatan humanis dengan merangkul komunitas pengguna jalan, bukan sekadar penindakan. Ia menilai, komunikasi tatap muka membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat. Dengan cara ini, kepatuhan berlalu lintas diharapkan tumbuh dari kesadaran, bukan karena rasa takut terhadap sanksi. “Setelah kami berkomunikasi dan memberi contoh, dampaknya cukup baik. Masyarakat patuh dengan sendirinya, disiplin karena sadar pentingnya aturan lalu lintas,” kata Agus. Meski mengedepankan pola preemtif dan preventif, Agus menegaskan penegakan hukum tetap dijalankan. Namun, penindakan dilakukan secara transparan dan berkeadilan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). “Pendekatan humanis tetap kami lakukan, sementara penegakan hukum dijalankan secara masif melalui ETLE agar lebih objektif dan adil,” ujarnya. Melalui strategi tersebut, Korlantas Polri berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, dengan kehadiran polisi sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang