Bukan Max Verstappen namanya kalau jauh dari dunia motorsport. Bahkan ada lelucon di media sosial yang menyebut bahwa pria Belanda itu akan demam jika sehari saja tidak balapan, baik di dunia nyata maupun secara virtual. Baru-baru ini, Max datang ke Fuji Speedway, Jepang, untuk menjajal mobil GT500 dalam kondisi lintasan yang sepenuhnya basah. Sesi tersebut menjadi bagian dari persiapannya menuju ADAC RAVENOL 24h Nürburgring yang berlangsung pada 14-17 Mei mendatang. Balapan endurance 24 jam itu akan menjadi pengalaman penuh pertamanya di Nürburgring, sirkuit yang selama ini dikenal sebagai salah satu trek paling sulit di dunia motorsport. OYAMA, JAPAN – MARCH 25: Max Verstappen during previews ahead of the F1 Grand Prix of Japan at Fuji International Speedway on March 25, 2026 in Oyama, Japan. (Photograph by Vladimir Rys) // SI202605070180 // Usage for editorial use only // Di Fuji, Max tidak datang untuk sekadar menjalani sesi demonstrasi. Ia langsung dipertemukan dengan mobil GT500, kelas tertinggi di Super GT Jepang yang memiliki tenaga sekitar 650 hp dan level downforce jauh lebih agresif dibanding GT300. Kondisi lintasan saat itu juga tidak ideal. Hujan turun cukup deras dan genangan air terlihat di banyak area trek. Dalam situasi seperti itu, pembalap biasanya membutuhkan beberapa lap untuk memahami karakter mobil, terutama ketika platform yang digunakan benar-benar baru. Max berbagi sesi dengan Atsushi Miyake, pembalap Jepang yang sudah lebih berpengalaman dengan GT500 maupun Fuji Speedway. Miyake membuka sesi lebih dulu dan mencatat waktu 1 menit 44,075 detik setelah dua flying lap. OYAMA, JAPAN – MARCH 25: Max Verstappen during previews ahead of the F1 Grand Prix of Japan at Fuji International Speedway on March 25, 2026 in Oyama, Japan. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202605070193 // Usage for editorial use only // Saat Max mulai turun ke lintasan, adaptasinya terlihat berlangsung sangat cepat. Pada flying lap pertama, catatan waktunya hanya terpaut sepersepuluh detik dari Miyake. Setelah mulai memahami grip ban, steering, dan cara mobil merespons throttle di trek basah, kecepatannya langsung meningkat pada lap berikutnya. Max kemudian mencatat waktu 1 menit 42,290 detik. Hampir dua detik lebih cepat dibanding waktu terbaik Miyake, dalam kondisi hujan yang justru semakin deras. OYAMA, JAPAN – MARCH 25: OYAMA, JAPAN – MARCH 25: Max Verstappen during previews ahead of the F1 Grand Prix of Japan at Fuji International Speedway on March 25, 2026 in Oyama, Japan. (Photograph by Vladimir Rys) // SI202605070190 // Usage for editorial use only // “Mulai agak sulit untuk memacu mobil. Di lap pertama, aku berpikir, ‘Aku bisa lebih baik dari itu,’ lalu aku mencatatkan waktu 42 detik, tapi kemudian hujan mulai turun dengan deras dan beberapa tikungan jadi cukup menantang. Aku masih harus membiasakan diri dengan mobil, terutama soal cara menginjak gas dan mengerem. Setirnya sangat berbeda dan merasakan cengkeraman ban. Kamu tidak bisa melaju lurus melewati genangan air karena tikungan tidak memungkinkanmu melakukannya. Itu pengalaman yang sangat seru. Semoga lain kali cuacanya kering,” ujar Juara Dunia F1 empat kali ini. Selama beberapa musim terakhir, putra dari Jos Verstappen ini memang cukup sering mencoba berbagai jenis mobil balap di luar Formula 1. Dari simulator GT hingga mobil endurance, ketertarikannya terhadap dunia balap non-F1 semakin terlihat jelas. Menurut Max, pengalaman mengendarai banyak mobil berbeda membuat proses adaptasi menjadi lebih cepat setiap kali menghadapi platform baru. OYAMA, JAPAN – MARCH 25: Max Verstappen during previews ahead of the F1 Grand Prix of Japan at Fuji International Speedway on March 25, 2026 in Oyama, Japan. (Photo by Mark Thompson/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202605070199 // Usage for editorial use only // “Aku sudah mengendarai banyak mobil yang berbeda, jadi aku berusaha secepat mungkin untuk mempelajari semuanya. Aku sangat menyukai balapan, jadi bisa mencoba semua jenis mobil ini sungguh merupakan pengalaman yang istimewa. Aku sangat antusias untuk pergi ke sana (Nürburgring) dan mengikuti ajang balapan 24 jam pertamaku. Ada banyak persiapan yang sedang dilakukan di sana. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” lanjut Max. Bagi Miyake, bagian paling menarik dari sesi tersebut adalah melihat bagaimana Max memahami mobil yang sama dalam kondisi trek yang juga sama. Ia mengaku cukup penasaran melihat perbedaan pendekatan mengemudi seorang juara dunia Formula 1 saat berada di GT500. “Dia adalah juara dunia, jadi aku terkejut, tapi aku juga penasaran ingin melihat seberapa bedanya gaya mengemudinya jika kami menggunakan mobil yang sama. Meskipun sayangnya kali ini hujan, aku bisa melihat sendiri betapa hebatnya dia, jadi aku benar-benar bersemangat dan sangat menikmati momen itu,” ujar Miyake.