— Salah satu kekhawatiran yang muncul dari penggunaan mobil listrik adalah soal radiasi. Banyak yang bertanya, apakah duduk lama di atas baterai besar bisa berdampak pada kesehatan. Penelitian terbaru dari klub otomotif Jerman, ADAC, memberikan jawaban yang cukup menenangkan. Dilansir dari Carscoops, studi yang dilakukan ADAC menemukan bahwa paparan medan elektromagnetik di dalam mobil listrik berada pada level yang sangat rendah. Mobil listrik Rp 200 jutaan di GJAW 2025 Artinya, pengemudi maupun penumpang tidak perlu cemas karena mobil listrik bukanlah “ruang radiasi” seperti yang dibayangkan. Hasil pengujian bahkan menunjukkan mobil listrik tidak lebih berbahaya dibanding mobil modern lainnya. Dalam beberapa kasus, aktivitas elektromagnetik atau electrosmog yang dihasilkan justru lebih rendah ketimbang mobil bermesin bensin. Riset ini dilakukan atas permintaan Kantor Perlindungan Radiasi Federal Jerman. Total ada sebelas mobil listrik, sejumlah model hybrid, serta satu mobil bensin konvensional yang ikut serta. Booth BYD di GJAW 2025 Tim ADAC memasang sepuluh sensor di dalam boneka uji yang ditempatkan di beberapa posisi duduk. Mobil kemudian dikendarai dalam kondisi normal sekaligus diuji saat proses pengisian daya berlangsung. Tujuannya untuk melihat seberapa besar medan magnet yang muncul dalam penggunaan harian, dan apakah nilainya mendekati ambang batas yang dianggap berisiko oleh para ahli. Selama pengujian di jalan, memang terlihat ada beberapa lonjakan singkat yaitu saat mobil berakselerasi kencang, mengerem kuat, atau ketika komponen listrik aktif. Namun kondisi ini dinilai wajar pada kendaraan listrik yang bekerja menggunakan sistem tegangan tinggi. Baterai mobil listrik Xpeng X9 Hasil ADAC menyimpulkan bahwa medan listrik maupun arus listrik yang mungkin masuk ke tubuh manusia masih jauh di bawah batas aman. Menariknya, nilai tertinggi justru muncul di area kaki, bukan di dekat kepala. Dengan kata lain, tak ada aktivitas elektromagnetik di dalam kabin yang mampu mengganggu sel tubuh, saraf, atau alat pacu jantung. Satu temuan lain yang cukup mengejutkan datang dari fitur pemanas jok. Fitur ini ternyata menghasilkan bacaan elektromagnetik yang tinggi di semua jenis kendaraan, baik mobil listrik, plug-in hybrid, maupun bensin. Walau begitu, nilainya tetap jauh dari level berbahaya. Biaya cas mobil listrik Hyundai Ioniq 5 menggunakan Ultra Fast Charging 200 kW Area dengan variasi elektomagnetik tertinggi berada di ruang kaki, dekat dengan motor listrik dan kabel tegangan tinggi. Sementara pada area kepala dan tubuh, paparannya sangat rendah. Pengisian Daya Pada saat pengisian daya, tingkat paparan juga tetap aman. Pengisian AC sempat mencatat angka yang lebih tinggi di sekitar colokan pada detik awal proses pengisian, tetapi tetap berada jauh di bawah batas yang ditetapkan. Menariknya, pengisian cepat DC yang notabene dayanya jauh lebih besar malah menghasilkan medan elektromagnetik lebih rendah dibanding pengisian AC biasa. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang