Siswa Jurusan Teknik Mesin SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta berhasil mencuri perhatian lewat motor drag listrik rakitan bernama Mugatech yang mampu melaju hingga 134,5 kilometer per jam (km/jam). Motor listrik tersebut dibuat sebagai proyek praktik siswa di sekolah sekaligus menjadi wadah pengembangan kemampuan teknik dan inovasi kendaraan listrik. Ketua Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hindro Harimawan, mengatakan, proyek motor listrik tersebut dibuat untuk menghadirkan kendaraan tanpa bahan bakar minyak (BBM), namun tetap memiliki performa tinggi. “Kita ingin punya inovasi. Jadi membuat alat transportasi atau yang sering digunakan masyarakat, tapi tanpa BBM. Soalnya stok BBM lama-lama juga nipis, terus harganya semakin naik. Nah, kita buat motor yang minimal bisa menyamai kecepatannya dengan motor berbahan bakar BBM,” kata Hindro kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026). Motor drag listrik Mugatech dibangun menggunakan baterai lithium (Li-Ion) 20S dengan kapasitas 72 volt (V) 30 Ah atau setara 2.160 watt. Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta saat menunjukkan motor listrik untuk drag race Mugatech. Baterai tersebut memiliki bobot sekitar 10-15 kilogram (kg) dengan waktu pengisian daya sekitar empat sampai lima jam. Sementara sektor penggeraknya menggunakan motor Mid Drive BLDC 4000 watt dengan tegangan 72 volt dan putaran motor 3.000-5.000 rpm. Untuk pengaturan tenaga, Mugatech dibekali controller 72 volt dengan arus 150-200 ampere (A). Dalam pengujian awal, motor listrik tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 20-40 kilometer (km), tergantung kondisi penggunaan dan kapasitas baterai. Selain itu, performa teoritis motor drag listrik Mugatech berada di kisaran 90-120 km/jam, tergantung rasio gear dan kondisi baterai. Namun, saat diuji langsung di lintasan, motor tersebut mampu melaju jauh lebih tinggi. Sebelumnya, pengujian motor drag listrik Mugatech dilakukan di landasan pacu Pantai Depok.Dari hasil uji coba tersebut, motor berhasil mencatat kecepatan puncak 132-134,4 km/jam dalam lintasan sekitar 201 meter. Hindro juga mengatakan, motor drag listrik tersebut masih akan terus dikembangkan agar mampu mencapai kecepatan lebih tinggi lagi. “Ini masih kita kembangkan, karena kami belum puas dengan hasil sekarang. Kemarin itu sebenarnya masih bisa dimaksimalkan. Ke depannya sebetulnya bisa mencapai 145 km/jam. Sekarang yang tercatat masih sekitar 134 km/jam,” ucapnya.Pengembangan berikutnya akan difokuskan pada pengaturan rasio gear dan penambahan kapasitas baterai. Namun, baterai menjadi salah satu komponen paling mahal dalam proyek tersebut. Hindro juga mengatakan, motor drag listrik Mugatech dikerjakan lintas angkatan siswa selama kurang lebih enam bulan dengan metode trial and error. Seluruh proses pengerjaan juga dibagi ke beberapa bagian, sehingga seluruh siswa dapat terlibat langsung dalam pengembangan motor listrik tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang