Daytrans resmi mengoperasikan Farizon Supervan (SV) dan diklaim sebagai shuttle listrik pertama di Indonesia. Angkutan Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) berbasis listrik ini melayani rute Jakarta - Semarang dan Jakarta - Cilegon. Alfahmi Armis, Branch Manager Farizon Arista Tebet mengatakan, Supervan punya dua tipe yakni Medium Roof dan High Roof. Sementara yang digunakan oleh Daytrans adalah tipe SV High Roof. Desain High Roof "SV High Roof yang atapnya lebih di tinggi di dalamnya. Tingginya sekitar 2,5 meter dan kalau di dalamnya sekitar 1,8 meter. jadi orang tinggi 170 - 180 cm bisa berdiri di dalam," katanya kepada Kompas.comdi Lippo Mall Puri, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Penggunaan model high roof pada kendaraan listrik Daytrans ini memberikan keuntungan signifikan dari segi akomodasi ruang, serta keleluasaan saat keluar-masuk kendaraan Lebih rinci, Farizon Supervan tipe High Roof ini punya dimensi yang bongsor dengan panjang 5.995 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 2.500 mm. Maka dari itu kapasitas penumpang juga bisa lebih banyak dari layanan shuttle pada umumnya. Bisa mengakut 15 penumpang termasuk sopir. Layanan baru Daytrans menggunakan kendaraan listrik Farizon SuperVan Kapasitas Baterai Fahmi juga mengatakan, terkait baterai, yang digunakan oleh Daytrans adalah tipe tertinggi di kelasnya. "Kendaraan ini dibekali baterai 82,8 kWh, jarak tempuh hingga sekitar 360 km sampai 380 km," katanya. Kapasitas baterai jumbo ini memastikan kendaraan memiliki daya jelajah yang jauh dan andal untuk kebutuhan operasional komersial. Keunggulan dari kapasitas baterai tersebut memungkinkan shuttle melibas rute antarkota tanpa kekhawatiran kehabisan daya di tengah jalan. Kendaraan ini juga mendukung teknologi pengisian daya cepat untuk memangkas waktu henti (downtime) di pool pengisian, sehingga operasional AJAP tetap efisien. Farizon Supervan yang digunakan pada layanan Daytrans Baca juga: Tidak Pakai Pilar B dan Pintu Bagasi Bisa Terbuka Lebar Selain ruang kabin yang lega, Farizon Supervan membawa inovasi desain yang revolusioner untuk mendukung efisiensi operasional. Salah satu keunggulan teknis paling menonjol dari mobil ini adalah ketiadaan pilar B pada sisi samping kendaraan. Absennya pilar B ini memberikan akses yang sangat lebar bagi penumpang untuk masuk ke kabin, membuat proses naik-turun menjadi jauh lebih praktis dan cepat dibandingkan kendaraan shuttle konvensional. Tidak hanya itu, sektor belakang kendaraan dirancang sangat fleksibel dengan pintu bagasi yang dapat dibuka lebar. Desain seperti ini memberikan kemudahan saat proses bongkar-muat barang bawaan penumpang, yang kerap menjadi poin penting dalam layanan travel antarkota.