Keinginan Indonesia memiliki merek kendaraan bermotor karya anak bangsa tidak lepas dari nama Gesits. Gesits merupakan merek motor listrik yang lahir dari kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi, sebagai upaya menghadirkan kendaraan listrik yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Nama Gesits merupakan akronim dari Garansindo Electric Scooter ITS, hasil kerja sama antara PT Garansindo Inter Global dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Garansindo sendiri awalnya perusahaan otomotif nasional yang saat itu dikenal sebagai importir dan distributor berbagai merek kendaraan. Ilustrasi servis motor listrik di bengkel resmi Gesits Garansindo pernah menjadi keagenan beberapa merek mobil seperti Jeep, Dodge, Chrysler dan Fiat, serta beberapa merek roda dua termasuk Ducati dan Peugeot Motorcycles. Melihat pasar sepeda motor nasional yang selama puluhan tahun didominasi pabrikan Jepang, Garansindo memilih mengambil langkah berbeda. Bersama ITS yang memiliki pengalaman panjang dalam riset kendaraan listrik, perusahaan tersebut berupaya mengembangkan sepeda motor listrik nasional yang dirancang, dikembangkan, dan diproduksi di Indonesia. Berbekal kemampuan ITS dalam mengembangkan berbagai sistem kendaraan listrik, mulai dari pengendali, panel instrumen (display), hingga sistem pemantauan (monitoring), perjalanan Gesits dimulai. Nama Gesits kemudian muncul dengan semangat nasionalisme yang tinggi. Motor listrik Gesits Raya E meluncur di PEVS 2023 Di mana merek dan pengembangannya merupakan buatan Indonesia. Berikut perjalanan panjang motor listrik tersebut. Juni 2015 Tonggak awal Gesits dimulai pada Juni 2015 ketika PT Garansindo Inter Global dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan sepeda motor listrik. Kesepakatan itu ditandatangani CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah bersama Rektor ITS Joni Hermana di Surabaya. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan motor listrik nasional yang memadukan kemampuan riset kampus dengan pengalaman industri otomotif. Agustus 2015 Dua bulan berselang, prototipe Gesits pertama kali diperkenalkan kepada publik pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015. Skuter listrik hasil kolaborasi Garansindo dan ITS. Saat itu bentuknya masih berupa rangka dasar tanpa bodi utuh. Dalam demonstrasi sempat terjadi kendala teknis sehingga motor tidak berjalan sesuai rencana. Meski demikian, insiden tersebut tidak menghentikan pengembangan Gesits. Tim Garansindo dan ITS terus melakukan penyempurnaan. Mei 2016 Pada 3 Mei 2016, PT Garansindo Inter Global dan ITS resmi memperkenalkan Gesits di Gedung Riset Mobil Listrik ITS, Surabaya. Peluncuran ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri otomotif nasional. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat itu, Mohamad Nasir, bahkan menjadi pejabat pertama yang menguji langsung performa prototipe Gesits. November 2016 Untuk membuktikan ketangguhannya, lima unit Gesits menjalani pengujian jarak jauh melalui perjalanan Tour de Jawa-Bali pada 7 November 2016. Rute Jakarta-Bali dipilih untuk menguji performa motor, efisiensi energi, daya tahan baterai, hingga aspek keselamatan sebagai persiapan menuju produksi massal. Motor listrik Gesits Raya-G dipamerkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023). Gesits Raya-G mengusung setang kemudi terbuka dengan panel instrumen terpisah. Agustus 2017 Memasuki Agustus 2017, Gesits bersiap memasuki tahap produksi. PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) bersama PT Gesits Technologies Indo (GTI) menandatangani kerja sama pembangunan fasilitas produksi di kawasan industri WIKA, Cileungsi, Bogor. Pada tahap awal, pabrik ditargetkan memiliki kapasitas produksi 50.000 unit per tahun dan meningkat menjadi 100.000 unit per tahun. Oktober 2017 Gesits kemudian menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat itu, Ignasius Jonan. Jonan menjajal langsung motor listrik tersebut di lingkungan Kementerian ESDM dan menyebut Gesits sebagai salah satu solusi transportasi masa depan yang siap diproduksi. Agustus 2018 Menjelang produksi massal, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat itu meninjau fasilitas produksi PT Wijaya Manufakturing (WIMA) di Cileungsi. Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa Gesits semakin dekat memasuki pasar otomotif nasional. November 2018 Momentum penting terjadi pada 7 November 2018 ketika Presiden Joko Widodo melakukan soft launching Gesits versi produksi di Istana Kepresidenan. Presiden menjadi orang pertama yang menjajal motor listrik tersebut dan menyatakan Gesits siap diproduksi massal mulai 2019. Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium. Saat itu Jokowi bahkan menyatakan akan membeli 100 unit Gesits. April 2019 Peluncuran resmi pertama sepeda motor listrik Gesits untuk pasar komersial dilakukan pada 25 April 2019 di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. "Gesits launching pertama pada 25 April 2019. Dan kita start delivery di akhir Desember 2019,” saat itu kata , General Manager of Sales & Marketing PT WIKA Industri Manufaktur. Mei 2020 Motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjual seharga Rp 2,55 miliar lewat lelang. Acara lelang ini sempat menjadi perbincangan karena sempat diwarnai drama salah paham oleh pemenang pertama. Kolaborasi Gesits, IBC, dan Hyundai Kefico membuat motor listrik murah dan performa tinggi dimulai Awalnya motor bertanda tangan itu dilelang dalam konser amal virtual bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona". Seluruh hasil lelang didonasikan untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Saat acara live, motor ini awalnya dimenangkan oleh seorang warga Jambi bernama M. Nuh dengan tawaran Rp 2,55 miliar. Namun belakangan diketahui bahwa M. Nuh adalah seorang buruh harian lepas. Ia mengira acara tersebut adalah bagi-bagi hadiah dan mengira dirinya yang akan mendapatkan uang. Karena tidak bisa membayar, status pemenang digugurkan. Panitia akhirnya memberikan motor tersebut kepada penawar tertinggi kedua, yaitu Warren Tanoesoedibjo, dengan harga penawaran yang disamakan yaitu Rp 2,55 miliar. Desember 2022 Setelah dipasarkan di dalam negeri, PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) mulai memperluas pasar ekspor. Pada Desember 2022, sebanyak 72 unit Gesits dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) dikirim ke Nepal melalui kerja sama dengan Vivek Automobiles Pvt Ltd. Pengiriman tersebut menjadi ekspor perdana Gesits ke pasar internasional. Gesits GV1 akhirnya resmi diperkenalkan ke publik dalam ajang Jakarta Fair 2025 Mei 2023 Gesits menjadi salah satu model yang diklaim memenuhi syarat program bantuan pembelian motor listrik. Saat itu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gesits sudah sebesar 46,73 persen, melampaui batas minimal 40 persen. Direktur Utama WIMA Bernardi Djumiril, saat itu mengatakan kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. “Tentunya, kami menyambut baik dukungan dari Pemerintah dalam rangka percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya membantu produsen kendaraan listrik saja, namun masyarakat sebagai konsumen juga turut merasa terbantu karena bisa mendapatkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan minat dan daya tarik masyarakat untuk membeli kendaraan listrik dan juga memberikan dorongan positif bagi industri kendaraan listrik di Indonesia,” katanya. Saat itu Gesits juga telah memiliki lebih dari 70 jaringan diler di various daerah. Mei 2024 Pada ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024, PT Gesits Motor Nusantara menjalin kerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Hyundai Kefico. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi baterai, peningkatan performa motor listrik, serta penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Langkah awal kerja sama ini akan diwujudkan melalui pengembangan Gesits Model-1. Motor listrik tersebut menggunakan motor penggerak hub drive buatan Hyundai Kefico berdaya 4,5 kW dengan sistem kelistrikan 96 volt dan 72 volt, yang diklaim memiliki performa setara motor bermesin bensin 125 cc. Model ini juga dirancang menggunakan skema Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sehingga diharapkan dapat menekan harga jual dan membuatnya lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Setelah itu, para mitra akan melanjutkan pengembangan Gesits Model-2 dengan performa yang ditargetkan setara motor bermesin 150 cc. Kedua model tersebut nantinya akan terintegrasi dalam ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan bersama IBC dan Hyundai Kefico. Agustus 2025 Memasuki 2025, PT Gesits Motor Nusantara menggandeng PT Volta Indonesia Semesta meluncurkan GV1 Gesits by Volta di Jakarta Fair Kemayoran. Model ini hadir dengan desain yang lebih modern, menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan, sekaligus melengkapi lini produk Gesits. Kolaborasi tersebut juga menjadi simbol sinergi antara pelopor motor listrik nasional dengan perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi kendaraan listrik. Model Saat Ini Hingga kini Gesits masih memasarkan beberapa model di Indonesia, yakni: Gesits G1 Gesits G1 DLX Gesits Raya Gesits GV1 Meski menjadi pelopor motor listrik nasional, perjalanan Gesits tidak selalu mulus. Persaingan yang semakin ketat, hadirnya banyak merek baru, serta perubahan kebijakan insentif membuat posisi Gesits di pasar semakin menantang. Namun, nama Gesits tetap tercatat sebagai salah satu pionir kendaraan listrik roda dua yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia.