Setelah mencoba Deepal S05 versi Battery Electric Vehicle (BEV), Kompas.com juga berkesempatan menjajal varian Range Extended Electric Vehicle (REEV). Secara keseluruhan, karakter berkendaranya tidak jauh berbeda dengan versi listrik murni. Rute pengujian tetap dilakukan dari Jakarta menuju Sukabumi dengan kondisi jalan yang beragam, mulai dari kemacetan perkotaan, jalan tol, hingga jalur pegunungan yang dipenuhi tanjakan dan tikungan. Tampilan Nyaris Identik dengan Versi BEV Dari sisi desain, hampir tidak ada perbedaan antara Deepal S05 BEV dan REEV, sama-sama mengusung desain modern dengan kabin minimalis. Untuk unit yang saya coba tidak ada perbedaan di emblem, semuanya sama. Tetapi untuk versi produksi massal belum diketahui apakah akan ada perbedaan di emblem. Perbedaan yang paling mudah dikenali justru berada pada sistem pengisian energinya. Selain port pengisian daya baterai, varian REEV juga memiliki lubang pengisian bahan bakar karena dibekali mesin bensin sebagai generator. Changan Deepal S05 REEV Posisi Duduk Tetap Nyaman Sama seperti versi BEV, Deepal S05 REEV menawarkan posisi duduk yang ergonomis berkat jok elektrik yang memudahkan pengemudi mendapatkan posisi ideal. Visibilitas ke arah depan dan samping juga tergolong baik, sehingga memudahkan saat bermanuver di lalu lintas perkotaan. Sementara itu, pandangan ke belakang masih sedikit terbatas akibat desain kaca belakang yang dibuat cukup landai. Mobil ini juga tetap mengandalkan Head Up Display (HUD) sebagai penampil informasi kecepatan. Tidak adanya panel instrumen konvensional memang membutuhkan sedikit adaptasi, terutama bagi pengemudi yang baru pertama kali mencobanya. Karakter Berkendara Masih Mirip Mobil Listrik Saat digunakan dalam mode EV, pengalaman berkendaranya nyaris sama seperti Deepal S05 BEV. Mobil melaju dengan sangat senyap, tanpa suara mesin yang masuk ke kabin. Respons pedal akselerator juga terasa halus sehingga nyaman digunakan saat menghadapi lalu lintas stop and go. Handling juga tetap menjadi salah satu keunggulannya. Saat dipacu di jalan tol dengan kecepatan sekitar 100 km per jam, mobil terasa stabil dengan gejala body roll yang minim. Karakter suspensinya juga tidak berubah. Bantingan memang masih terasa sedikit tegas saat melewati permukaan jalan yang kurang rata, tetapi masih dalam batas yang nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Changan Deepal S05 Mesin Bensin Mulai Terdengar Saat Baterai Menipis Perbedaan baru terasa ketika kapasitas baterai mulai berkurang dan mesin bensin aktif. Pada sistem REEV, mesin bensin 1.500 cc tidak berfungsi menggerakkan roda secara langsung. Mesin hanya bekerja sebagai generator untuk mengisi daya baterai, sementara roda belakang tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Saat mesin menyala, suara kerjanya cukup terdengar hingga ke dalam kabin. Sensasi ini tentu berbeda dibandingkan saat mobil berjalan dalam mode EV yang nyaris tanpa suara. Meski demikian, perpindahan dari mode listrik ke mode generator berlangsung cukup halus sehingga tidak mengganggu kenyamanan berkendara. Akselerasi Masih Responsif, tetapi Tidak Seagresif BEV Karakter akselerasi juga sedikit berbeda dibandingkan versi listrik murni. Pada Deepal S05 BEV, tenaga terasa langsung muncul begitu pedal akselerator diinjak. Sementara pada varian REEV, respons akselerasi masih tergolong baik, tetapi membutuhkan sedikit usaha lebih ketika pedal gas diinjak dalam. Perbedaannya memang tidak terlalu besar, namun tetap bisa dirasakan, terutama bagi pengemudi yang sudah terbiasa dengan karakter mobil listrik murni yang menawarkan torsi instan sejak putaran awal. Di atas kertas, Deepal S05 REEV dibekali motor listrik penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD) yang menghasilkan tenaga 215 dk dengan torsi 320 Nm hingga 340 Nm. Kombinasi tersebut membuat mobil mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 km per jam dalam waktu 7,9 detik. Changan Deepal S05 Jarak Tempuh Jadi Nilai Tambah Salah satu keunggulan utama Deepal S05 REEV adalah fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan jarak jauh. Mobil ini dibekali baterai LFP berkapasitas 27,28 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 155 kilometer berdasarkan pengujian WLTP atau sekitar 200 kilometer berdasarkan standar CLTC dalam mode listrik murni. Baterainya juga mendukung pengisian cepat, di mana pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Ketika kapasitas baterai menurun, mesin bensin 1.500 cc akan otomatis menyala untuk menghasilkan listrik. Dengan dukungan tangki bahan bakar berkapasitas 45 liter, Deepal mengklaim S05 REEV mampu menempuh jarak kombinasi hingga 900 kilometer berdasarkan WLTP atau mencapai 1.234 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Kesimpulan Secara keseluruhan, pengalaman mengemudi Deepal S05 REEV tidak jauh berbeda dengan versi BEV. Posisi duduk yang nyaman, handling yang stabil, serta performa motor listrik tetap menjadi nilai jual utama mobil ini. Perbedaan paling terasa hanya muncul saat mesin bensin bekerja sebagai generator. Suara mesin mulai terdengar di dalam kabin dan respons akselerasinya tidak seinstan versi BEV. Namun, sebagai gantinya, pengemudi tidak perlu terlalu khawatir soal jarak tempuh karena sistem range extender mampu memberikan ketenangan lebih saat digunakan untuk perjalanan antarkota.