Abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah pada kendaraan. Partikel abu vulkanik berukuran sangat halus dan mengandung material seperti pasir kuarsa atau silika. Karakternya yang tajam dan dalam kondisi tertentu bersifat korosif membuat abu vulkanik berpotensi menggores permukaan kendaraan hingga mengganggu sejumlah komponen mobil. Karena itu, pemilik kendaraan yang berada atau baru melintasi wilayah terdampak abu vulkanik perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mobil. "Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat," ujar Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, Selasa (8/9/2026). Polda Metro Jaya bagi masker kepada pengemudi ojol untuk mengurangi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Jangan Langsung Lap Bodi dan Kaca Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah langsung mengelap mobil yang tertutup abu vulkanik. Partikel abu yang tajam dapat bekerja seperti material abrasif ketika bergesekan dengan permukaan cat. Akibatnya, bodi berisiko mengalami baret halus atau swirl mark. Cara yang lebih aman adalah membilas bodi terlebih dahulu menggunakan air mengalir hingga sebagian besar abu terangkat. Setelah itu, proses pencucian dapat dilakukan seperti biasa. Prinsip serupa berlaku pada kaca mobil. Hindari langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih tertutup abu karena gesekan antara karet wiper, abu, dan kaca berpotensi menimbulkan goresan. Sebaiknya kaca disiram atau disemprot air terlebih dahulu sampai abu luruh sebelum wiper digunakan. Radiator dan AC Bisa Terganggu Dampak abu vulkanik tidak berhenti pada bagian eksterior. Partikel halus dapat menumpuk di sela-sela radiator dan menghambat aliran udara yang dibutuhkan untuk membantu proses pendinginan mesin. Kondensor AC yang umumnya berada di bagian depan kendaraan juga berpotensi mengalami masalah serupa. Tumpukan abu dapat mengurangi efektivitas pelepasan panas sehingga kinerja pendinginan kabin menurun. Filter udara mesin juga perlu diperiksa setelah kendaraan digunakan di daerah terdampak. Abu yang terbawa masuk dapat membuat filter lebih cepat kotor dan mengganggu aliran udara menuju mesin. Sementara pada kabin, partikel yang masuk dapat tertahan pada filter kabin. Jika sudah terlalu kotor, filter sebaiknya diganti meski belum memasuki jadwal penggantian rutin. Hati-hati Jalan Licin Pengemudi juga perlu menyesuaikan cara berkendara ketika melintasi jalan yang tertutup abu vulkanik. Endapan abu dapat membuat permukaan jalan menjadi licin layaknya tertutup lapisan pasir tipis sehingga daya cengkeram ban berkurang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kendaraan kehilangan traksi, khususnya saat melakukan pengereman atau bermanuver mendadak. Selain itu, abu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang pengemudi. Karena itu, pengemudi disarankan mengurangi kecepatan, memperbesar jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari akselerasi, pengereman, dan perubahan arah secara tiba-tiba. Rem dan Sensor Perlu Diperhatikan Sistem pengereman juga termasuk bagian yang berpotensi terdampak. Abu dapat menempel pada permukaan cakram atau masuk ke area tromol. Ketika bergesekan dengan kampas rem, partikel tersebut berpotensi menimbulkan goresan. Pemilik kendaraan perlu waspada apabila setelah melewati wilayah terdampak muncul suara tidak normal ketika mengerem atau daya pengereman terasa menurun. Sensor kendaraan juga perlu mendapat perhatian. Sejumlah sensor berada di bagian luar mobil dan sensitif terhadap kotoran. Karena sulit diperiksa secara visual, pengemudi dapat memantau kondisi kendaraan melalui panel instrumen. Jika muncul lampu indikator atau peringatan yang tidak biasa setelah kendaraan terkena abu vulkanik, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan. Bagaimana dengan Mobil Hybrid? Menurut Auto2000, sistem elektrifikasi pada mobil hybrid Toyota pada dasarnya dirancang tertutup, kedap air, serta mampu menghadapi berbagai kondisi cuaca sehingga partikel abu relatif sulit masuk langsung ke komponen elektrifikasi. Namun, bukan berarti kendaraan hybrid dapat mengabaikan dampak abu vulkanik. Komponen konvensional seperti radiator, filter udara, sistem AC, rem, kaca, bodi, serta sensor tetap dapat terpapar. Pengguna juga disarankan memperhatikan informasi pada multi-information display (MID) dan panel instrumen. Apabila muncul notifikasi terkait malfungsi sistem hybrid atau komponen lainnya setelah mobil digunakan di wilayah terdampak abu vulkanik, kendaraan sebaiknya segera diperiksa. Nur mengatakan, pemilik kendaraan tidak perlu menunggu jadwal servis berkala apabila mulai merasakan adanya gejala tidak normal. "Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik," kata Nur. Pada prinsipnya, langkah paling sederhana setelah mobil terkena abu vulkanik adalah tidak langsung menggosok permukaan kendaraan, membilasnya dengan air bersih, serta memeriksa komponen yang berkaitan dengan aliran udara dan keselamatan berkendara.