Mesin rotary kerap dikaitkan dengan Mazda, terutama lewat model legendaris seperti RX-7 dan RX-8. Meski begitu, tidak sedikit orang yang sebenarnya kurang paham apa itu mesin rotary dan bedanya dengan mesin mobil pada umumnya. Berbeda dari mesin konvensional yang menggunakan piston dengan gerak naik-turun, mesin rotary bekerja dengan sistem putar. Desain inilah yang membuatnya terdengar unik, halus, sekaligus memiliki karakter berbeda dari mesin biasa. Mesin rotary Mazda Awal Mula Konsep mesin rotary sejatinya bukan hal baru. Ide dasar mesin berputar sudah dikenal sejak abad ke-16. Namun, sosok yang paling dikenal dalam sejarah mesin rotary modern adalah insinyur asal Jerman, Dr. Felix Wankel. Dikutip dari Motortrend, pada awal abad ke-20, Wankel mengembangkan gagasan mesin pembakaran dengan gerakan memutar, bukan bolak-balik. Setelah melalui berbagai riset dan tantangan, ia bekerja sama dengan pabrikan otomotif NSU dan melahirkan prototipe mesin rotary yang menjadi cikal bakal desain modern. Mobil bermesin rotary pertama akhirnya meluncur ke jalan pada awal 1960-an. Sayangnya, masalah keandalan dan biaya pengembangan yang tinggi membuat NSU menghentikan pengembangan mesin ini. Mazda Cosmo Sport 110S, mobil Mazda pertama yang menggunakan mesin rotary. Dibuat tahun 1967. Mazda Di saat banyak pabrikan mundur, Mazda justru melihat potensi besar pada mesin rotary. Pada 1961, Mazda resmi mendapatkan lisensi pengembangan mesin rotary dan mulai melakukan riset serius. Salah satu masalah besar saat itu adalah keausan komponen mesin yang cepat, terutama pada bagian segel rotor. Mazda bahkan menjuluki masalah ini sebagai “bekas kuku iblis” karena sulit diatasi. Lewat riset bertahun-tahun, insinyur Mazda akhirnya menemukan solusi. Hasilnya, pada 1967 Mazda meluncurkan Cosmo Sport, mobil bermesin rotary produksi massal pertama yang relatif andal dan bisa digunakan harian. Sejak saat itu, Mazda konsisten mengembangkan mesin rotary hingga dikenal luas melalui RX-7 dan RX-8. Mesin Roatary Cara Kerja Secara sederhana, mesin rotary menggunakan rotor berbentuk segitiga tumpul yang berputar di dalam rumah mesin berbentuk oval. Saat rotor berputar, tercipta ruang-ruang yang menjalankan proses hisap, kompresi, pembakaran, dan pembuangan gas. Karena tidak menggunakan piston naik-turun, getaran mesin rotary lebih minim. Inilah sebabnya mesin ini terkenal halus, senyap, dan mampu berputar pada putaran tinggi. Menariknya, meski kapasitas mesinnya tergolong kecil, tenaga yang dihasilkan bisa cukup besar. Contohnya mesin rotary 13B milik RX-7 yang berkapasitas total 1.300 cc, tetapi mampu menghasilkan tenaga layaknya mesin yang jauh lebih besar. Kelebihan dan Tantangan Keunggulan mesin rotary terletak pada ukurannya yang ringkas, karakter halus, serta kemampuan menghasilkan tenaga besar. Namun di sisi lain, konsumsi bahan bakar dan oli yang relatif lebih boros membuat mesin ini kurang populer untuk penggunaan massal. Meski begitu, mesin rotary tetap memiliki tempat tersendiri di hati penggemar otomotif. Desainnya yang unik dan sejarah panjangnya membuat mesin ini menjadi salah satu inovasi paling menarik di dunia otomotif. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang