Sejarah! Tiga orang Indonesia dipercaya menjadi pengemudi bus asing pertama di Prefektur Aichi, Jepang. Hal ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia bisa bersaing di industri transportasi Jepang yang dikenal memiliki regulasi safety sangat ketat.Pada Jumat, 1 Mei 2026, Wakil Duta Besar KBRI Tokyo, Maria Renata, secara resmi melepas tiga pengemudi tangguh asal Indonesia, Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi yang akan bertugas untuk Meitetsu Bus di Toyota, Aichi."Momen ini menjadi tonggak sejarah yang luar biasa karena mereka adalah pengemudi bus berkewarganegaraan asing pertama yang beroperasi di sektor transportasi publik Prefektur Aichi!," tulis laman Instagram resmi @kbritokyo, dikutip Rabu (6/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Maria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Meitetsu Bus atas komitmen mereka, dalam menjaga standar rekrutmen, pelatihan, dan pelindungan tenaga kerja yang tinggi. Maria juga berpesan kepada para pengemudi agar senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan semangat.Maria juga mengingatkan bahwa kehadiran mereka di sana tak hanya sebagai pekerja profesional, melainkan juga sebagai duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, serta karakter positif Indonesia."Selamat mengemban tugas di Jepang! Semoga senantiasa diberi kelancaran, keselamatan, dan terus jadi inspirasi serta kebanggaan bagi Indonesia. Omedetou gozaimasu!".Ini bukan pertama kalinya orang Indonesia dipercaya menjadi pengemudi bus di Jepang. Sebelumnya ada Iyus, driver berusia 40 tahun yang baru ditetapkan jadi driver bus asing pertama yang bekerja di bawah status pekerja terampil Jepang. Diberitakan NHK World Japan, Iyus menjadi sopir bus wisata untuk sebuah perusahaan di Tokyo."Ini seperti mimpi jadi kenyataan bahwa saya bisa menjadi pengemudi profesional. Saya ingin mengemudi dengan aman untuk memberikan layanan yang nyaman kepada pelanggan kami," ungkap Iyus saat berbicara kepada wartawan di kantor pusat grup perusahaan di Okayama.Sebagai informasi tambahan, untuk bisa mengemudikan taksi dan bus di Jepang tidak lah mudah. Dilansir The Japan News, untuk bisa berkendara taksi dan bus, seseorang harus memiliki SIM kelas dua dan menjalani ujian tertulis yang tersedia dalam berbagai bahasa.Di lain sisi, Jepang juga mengalami kekurangan pengemudi. Pemerintah setempat berencana untuk menerima 24.500 warga negara asing untuk bekerja sebagai pengemudi taksi, bus, dan truk untuk periode lima tahun hingga tahun fiskal 2028.[Gambas:Instagram]