— Seluruh produk ban yang dipasarkan Sailun Group di Indonesia menggunakan teknologi radial, tanpa lagi menghadirkan model ban bias. Langkah tersebut terbilang menarik, mengingat di Indonesia penggunaan ban bias masih cukup banyak ditemukan, terutama pada segmen kendaraan niaga. Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting, menyatakan keyakinannya bahwa ban radial merupakan teknologi masa depan bagi pasar ban di Indonesia. Booth Sailun di GIIAS 2025. “Sebelum tahun 2000, ban di China 100 persen masih menggunakan teknologi bias. Namun saat ini, pada 2026, penggunaan ban di China sudah mencapai 99 persen menggunakan teknologi radial,” kata Gao Liting di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. “Dengan melihat perkembangan tersebut, saya percaya perkembangan industri di Indonesia akan membuat ban radial sangat cepat diterima oleh pasar Indonesia,” ujarnya. Gao Liting menjelaskan, salah satu keunggulan utama ban radial terletak pada struktur dan material yang digunakan. "Ban radial juga memiliki daya angkut yang lebih tinggi karena bahan dasarnya menggunakan besi, bukan nilon," ujarnya. Pabrik ban Sailun di Demak, Jawa Tengah. "Dengan struktur tersebut, ban radial memiliki daya angkut yang lebih besar serta performa yang lebih baik dibandingkan ban biasa," kata Gao Liting. Saat ini Sailun menawarkan berbagai macam produk, mencakup ban radial truk (TBR), ban radial mobil penumpang (PCR), ban khusus off the road (OTR), ban dalam, serta flap. Sailun juga tidak hanya membuat ban dengan merek dagang Sailun, khusus untuk ban kendaraan tersedia merek lain di bawah Sailun Group yaitu RoadX dan Blackhawk. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang