Di tengah maraknya cairan alternatif yang diklaim dapat meningkatkan performa atau menggantikan bahan bakar resmi, penting dipahami bahwa nilai RON pada bensin dan CN pada solar bukanlah angka yang bisa dimodifikasi secara instan. Keduanya ditentukan oleh komposisi senyawa kimia dalam BBM sehingga perubahan kecil pada salah satu komponen langsung memengaruhi karakter bahan bakar secara keseluruhan. Menurut Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, karakteristik teknis BBM saling berkaitan satu sama lain. “RON atau CN ditentukan oleh komposisi senyawa kimia di dalam BBM. Kalau komposisinya berubah, parameter spesifikasi lain juga ikut berubah,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (16/11/2025). Ia menambahkan, struktur hidrokarbon seperti isoparafin, aromatik, hingga olefin memiliki peran berbeda dalam menentukan ketahanan bensin terhadap knocking ataupun kemampuan solar untuk menyala secara otomatis. Polda Jawa Timur dan pihak Pertamina mengecek kondisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di SPBU Kebonsari, Surabaya pada Kamis (30/10/2025). “Karena parameter saling terkait, pencampuran zat tertentu tanpa formula yang tepat justru berpotensi mengacaukan performa mesin,” ujarnya. Perubahan pada komposisi bisa memengaruhi volatilitas, stabilitas oksidasi, kadar sulfur, hingga residu. Bila salah satu parameter keluar dari batas aman, dampaknya bisa muncul dalam bentuk konsumsi BBM meningkat, emisi bertambah, hingga risiko kerusakan komponen mesin. Karena itu, proses blending di kilang dilakukan dengan pengendalian ketat untuk memastikan seluruh parameter berada pada rentang yang sesuai. Nilai RON maupun CN bukan sekadar angka, tetapi bagian dari paket spesifikasi yang harus presisi agar BBM aman dan optimal digunakan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.