Arus lalu lintas di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, selalu diwarnai hiruk pikuk kendaraan yang tak pernah sepi. Di antara deretan bangunan kawasan tersebut, terdapat sentra perbaikan bodi mobil jalanan yang telah melegenda sejak dekade 1980-an. Sentra cat duco pinggir jalan di Jalan Kramat II ini menjadi tumpuan pemilik kendaraan untuk perbaikan bodi secara cepat. Keberadaan jasa pengecatan ini menawarkan kepraktisan tanpa proses administrasi rumit seperti di bengkel perbaikan bodi mobil resmi. Proses Cepat dan Ramah Kantong Ayi (66), montir senior yang sudah mangkal sejak 1980, menyebut kepraktisan dan kecepatan pengerjaan menjadi alasan utama konsumen datang. "Pengerjaan baret ringan atau panel itu bisa cuma 2 sampai 4 jam, jadi orang bisa nunggu," ujar Ayi saat ditemui Kompas.com di Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Ayi menjelaskan bahwa durasi pengerjaan yang singkat membuat pemilik kendaraan tidak perlu merelakan mobilnya menginap di bengkel. "Asal tidak parah banget, hari itu juga mobil sudah bisa dibawa pulang lagi," kata Ayi. Kecepatan proses pengecatan bodi mobil tersebut turut diakui langsung oleh para pengguna jasa di lokasi pengerjaan. Rafi (34), salah satu pemilik mobil, mengaku sengaja mendatangi kawasan Kramat karena reputasi pengerjaannya yang ringkas dan rapi. "Ke sini karena memang sudah terkenal dari dulu," tutur Rafi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Rafi menambahkan bahwa pengerjaan bumper yang penyok dan baret hanya membutuhkan waktu relatif singkat dengan biaya ramah kantong. "Pengerjaannya cepat, cuma butuh waktu sekitar 2 sampai 3 jam buat benerin bumper yang penyok dan baret," ucap Rafi. Ia merasa puas karena hasil perbaikannya presisi serta menghemat pengeluaran dibandingkan biaya perbaikan di bengkel resmi. Pedagang Cat Duco di Kramat sedang mencari pelanggan "Hasilnya juga rapi dan harganya jauh lebih ramah di kantong dibanding harus masuk bengkel resmi," ujar Rafi. Ekosistem Usaha Berbasis Kekeluargaan Fleksibilitas interaksi langsung antara konsumen dan montir di lapangan juga menjadi daya tarik utama dari sentra pengecatan ini. Uniknya, keberadaan para penyedia jasa cat duco di kawasan Kramat II saling bersaing tidak sehat. Rahmat (65), montir senior yang beroperasi lebih dari empat dekade, menjelaskan bahwa ekosistem usaha ini diikat hubungan kekerabatan. "Di sini rata-rata masih saudara dan kenal dekat semua dari dulu," kata Rahmat saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Rahmat menegaskan bahwa rasa kekeluargaan membuat para montir selalu berbagi pekerjaan saat mendapatkan pesanan dari konsumen. "Jadi kalau ada langganan atau konsumen datang, ya kita kerjakan bareng-bareng atau bagi-bagi rezeki saja," ujar Rahmat. Kombinasi jam terbang puluhan tahun dan biaya yang fleksibel menjadikan sentra cat duco Kramat Raya tetap bertahan di Jakarta. Kehadiran sentra ini membuktikan bahwa layanan yang cepat dan terjangkau selalu memiliki tempat tersendiri di hati pemilik kendaraan.