Selama beberapa hari menggunakan Changan Deepal S07 sebagai kendaraan harian, saya mendapat kesan bahwa SUV listrik ini memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda. Dengan harga Rp 619 juta (OTR Jakarta pe Juni 2026), Deepal S07 menawarkan motor listrik 215 Tk, torsi 320 Nm, penggerak roda belakang (RWD), dan baterai 79,97 kWh. Test Drive Changan Deepal SO7 Desain seperti mobil konsep Sekilas, desain Deepal S07 justru lebih mengingatkan saya pada SUV Jepang modern ketimbang mobil listrik China. Garis bodinya bersih, proporsinya pas, dan tidak banyak ornamen berlebihan. Lampu depan-belakang yang tajam dipadukan flush door handle membuat tampilannya terasa premium dan futuristis. Masuk ke kabin, kesan “mobil masa depan” langsung terasa. Tidak ada panel instrumen konvensional di balik setir. Test Drive Changan Deepal SO7 Seluruh informasi ditampilkan melalui Head-Up Display (HUD) berbasis augmented reality. Awalnya saya ragu, tetapi setelah terbiasa, HUD justru membuat mata tetap fokus ke jalan. Pusat perhatian ada pada layar 15,6 inci dengan fitur Sunflower Screen yang bisa berputar sekitar 15 derajat ke arah pengemudi atau penumpang depan. Fitur ini ternyata bukan sekadar gimmick. Test Drive Changan Deepal SO7 Fitur melimpah Deepal S07 benar-benar terasa seperti gawai beroda. Kamera kabin dengan Gesture Control, sistem audio dengan speaker di sandaran kepala pengemudi, serta paket ADAS lengkap menjadi nilai jual utama. Namun, ada konsekuensi dari konsep buttonless. Hampir semua pengaturan, mulai dari spion, arah kisi-kisi AC, hingga wiper, harus dilakukan lewat layar sentuh. Dalam kondisi lalu lintas padat, saya merasa pengoperasian seperti ini kurang praktis dibanding tombol fisik. Yang cukup ironis, ketika saya sibuk mengatur AC melalui layar saat mobil berjalan, sistem justru memberi peringatan bahwa perhatian pengemudi teralihkan. Test Drive Changan Deepal SO7 Handling jadi kejutan terbesar Bagian yang paling membuat saya terkesan adalah rasa berkendaranya. Posisi mengemudi ergonomis, kabin sangat senyap berkat kaca ganda di bagian depan, dan handling terasa presisi. Suspensinya punya karakter unik: empuk saat melewati polisi tidur, tetapi sedikit kaku di jalan yang sangat mulus. Meski begitu, karakter tersebut membuat mobil terasa stabil saat diajak bermanuver cepat. 100 Kpj saya catat di kisaran 7,6 detik, sedikit lebih cepat dari klaim pabrikan. Sebagai mobil RWD, Deepal S07 bahkan terasa lebih menyenangkan ketika kontrol traksi dimatikan. Test Drive Changan Deepal SO7 Biaya cas dan servis Dengan tarif SPKLU Rp 2.466 per kWh, biaya mengisi baterai dari kosong hingga penuh sekitar Rp 197.000. Untuk penggunaan harian 80 km, konsumsi energinya sekitar 13,47 kWh atau setara Rp 33.000 per hari. Biaya servis juga tergolong rendah. Estimasi total perawatan hingga 105.000 km sekitar Rp 16,47 juta. Jika dibagi tujuh tahun pemakaian, rata-ratanya hanya Rp 2,35 juta per tahun atau sekitar Rp 196.000 per bulan. Garansinya pun cukup meyakinkan: 6 tahun/120.000 km untuk kendaraan, 8 tahun/240.000 km untuk baterai, dan 8 tahun/150.000 km untuk sistem penggerak listrik. Changan Deepal SO7 Kesimpulan Deepal S07 cocok untuk konsumen yang menyukai teknologi dan ingin SUV listrik dengan karakter berkendara matang. Namun, bagi yang mengutamakan kemudahan pengoperasian konvensional, konsep kabin serbadigital mobil ini mungkin memerlukan penyesuaian lebih dulu. Test Drive Changan Deepal SO7 Kelebihan- Desain futuristis dan premium- Handling presisi dan kabin senyap- Biaya cas dan servis relatif murah- Fitur ADAS lengkap Kekurangan- Hampir semua fungsi mengandalkan layar sentuh- Pengaturan dasar seperti spion dan AC kurang praktis- Suspensi terasa agak kaku di jalan mulus - Butuh waktu adaptasi bagi pengguna yang terbiasa dengan tombol fisik