Proyek mobil nasional (mobnas) dan motor nasional (molinas) telah memiliki penanggung jawab baru. Tahun 2026 ini, pemerintah resmi menunjuk dua BUMN strategis, PT Pindad dan PT Len Industri, untuk menggarap program tersebut. Penunjukan ini bukan tanpa alasan, dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menjelaskan alasan mengapa dua perusahaan ini yang akhirnya dipilih. "Baru tahun 2026 ini Pindad dan Len ditunjuk untuk menangani mobnas dan molinas," kata Setia, dalam rapat dengar pendapat Panja Komisi VII DPR RI yang disiarkan daring, Rabu (9/9/2026). Mobil listrik konsep I2C di GIIAS 2025. Modal Komitmen dan Ekosistem Menurut Setia, alasan utama di balik pemilihan Pindad dan Len bukan sekadar status mereka sebagai perusahaan pelat merah, melainkan komitmen yang ditunjukkan begitu tanggung jawab ini diberikan. Kedua perusahaan disebut langsung menyatakan kesiapan mengikuti kebijakan yang sudah disusun pemerintah, termasuk soal capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang selama ini jadi target utama industri kendaraan listrik nasional. "Ketika diberi tanggung jawab, mereka juga berkomitmen penuh untuk menyampaikan dan mengikuti kebijakan yang sudah ada. Malah menyambut baik, terutama untuk pencapaian TKDN, mereka sangat berkomitmen penuh," ujar Setia. Ilustrasi kantor PT LEN Komitmen itu, menurutnya, bukan sekadar retorika. Pindad dan Len disebut sudah menyiapkan ekosistem yang bakal mereka bawa masuk ke dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), skema kebijakan yang menaungi pengembangan kendaraan rendah emisi di Indonesia. "Kalau kami melihat komitmen dari teman-teman di PT Pindad dan PT Len juga, mereka akan memulai desain dan segala macamnya itu dalam waktu yang sesegera mungkin," kata Setia. Intip dalaman pabrik Esemka di Boyolali Belajar dari Kegagalan Mobnas di Masa Lalu Di balik optimisme itu, ada bayang-bayang pengalaman pahit yang tidak ingin terulang. Indonesia sebenarnya bukan baru pertama kali mencoba merintis proyek mobil nasional. Beberapa tahun silam, inisiasi serupa pernah digulirkan, namun kandas di tengah jalan tanpa kejelasan kelanjutan. Setia mengakui, proses membangun mobnas dan molinas kali ini tidak akan instan. Namun ia berharap, dengan penunjukan Pindad dan Len yang disertai komitmen penuh sejak awal, cerita gagal di masa lalu tidak akan terulang. PT Len Industri (Persero) terus memperkuat kompetensi rekayasa dan integrasi sistem energi untuk mendukung pengembangan mobilitas listrik yang aman, andal, dan terukur. "Jadi memang butuh proses, tapi menurut kami ketika ini sudah dimulai. Mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti beberapa tahun yang lalu yang inisiasi mobil nasional pernah ada tapi hilang," ujarnya. Untuk memastikan program ini berjalan berkesinambungan, Setia menegaskan pemerintah harus mengambil peran aktif sebagai penopang di belakang layar. Ia pun berharap dukungan tidak hanya datang dari internal pemerintah, tetapi juga dari parlemen. "Memang mekanisme ini pemerintah harus berdiri di belakang, sama-sama kami juga mengharapkan dukungan dari Komisi VII DPR RI untuk selalu menjadi mitra bagi kami untuk menerima masukan terkait dengan program ini," katanya.