BYD M6 di GIIAS 2025 Perkembangan pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia menunjukkan percepatan yang bahkan melampaui Tiongkok dalam hal pertumbuhan awal. Industri mencatat lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir, didorong penetrasi produk dan kebijakan pemerintah. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhou, menegaskan bahwa pertumbuhan BEV nasional berada pada jalur yang sangat progresif.“Kita lihat ke belakang sejenak, sejak dua tahun lalu market share BEV hanya 2 persen, kemudian meningkat jadi 5 persen, dan sekarang 12 persen hanya dalam waktu 3 tahun,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis 11 Desember 2025. Zhou menambahkan bahwa wilayah Jabodetabek mencatat penetrasi tertinggi dibandingkan kawasan lain. “Lebih 25 persen untuk daerah Jabodetabek yang artinya setiap 5 mobil satu berupa BEV, ini merupakan situasi yang luar biasa di Indonesia dari 2 persen hingga 12 persen dalam kurun dua tahun saja,” katanya.Ia menjelaskan bahwa dominasi produsen Tiongkok pada pasar global menjadi salah satu faktor pembelajaran bagi industri dalam negeri. “Semua kita ketahui bersama brand China sangat menguasai BEV di seluruh dunia, 68 persen di antaranya didominasi oleh brand China,” tuturnya. Zhou membandingkan laju pertumbuhan Indonesia dengan negaranya asal BYD. “Sekarang bayangkan 2 persen ke 12 persen hanya dua tahun, tapi di China butuh setidaknya 8 tahun, kita apresiasi pasar domestik,” jelasnya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari respons konsumen dan dukungan regulasi. “Karena dukungan pemerintah dan teman-teman kita dapat mencapai ini,” kata Zhou. Secara penjualan, BYD Indonesia mencatat capaian yang disebut melampaui ekspektasi internal. “Kita sudah memasarkan setidaknya 47.300 unit dari Januari hingga November 2025, ini juga memecahkan rekor penjualan beberapa bulan terakhir sebanyak 10 ribu unit per bulan BEV,” ungkapnya.Pangsa pasar BYD juga terus menguat dalam lanskap kendaraan listrik nasional. “Lebih dari 57 persen pangsa pasar BEV dari Januari hingga Oktober 2025 dan pada November pertumbuhan pasar BEV mencapai 15 persen,” ujar Zhou.Ia mengatakan pertumbuhan tersebut diperkuat oleh ekosistem yang semakin matang di berbagai kota besar. “Pertumbuhan ini juga sejalan dengan penambahan ekosistem infrastruktur dan pelayanan optimal kepada pelanggan kami,” katanya.Zhou memastikan pihaknya terus memperluas kontribusi di industri kendaraan listrik Tanah Air. “Kami juga berkomitmen untuk membangun ekosistem NEV terlengkap ke depannya, juga produksi lokal untuk mendukung industri dalam negeri,”ujarnya.Ia menutup dengan penegasan bahwa kebijakan pemerintah menjadi fondasi penting akselerasi BEV. “Insentif sangat membantu pencapaian luar biasa ini,” kata Zhou.