Salah satu produk aftermarket yang disebut dapat membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) adalah magnet yang dipasang pada saluran bahan bakar. Cara pemasangannya relatif sederhana. Magnet atau perangkat sejenis biasanya dijepit pada bagian luar selang bahan bakar, sebelum BBM masuk ke sistem injeksi atau karburator. Namun penggunaan perangkat magnet pada saluran BBM saat ini tidak sebanyak beberapa tahun sebelumnya. Arif dari Sinar Raya Motor, Bursa Otomotif Bintaro, Tangerang Selatan, mengatakan, tren penggunaan magnet pada saluran BBM sudah mulai berkurang. Arif dari Sinar Raya Motor "Sepertinya sih sudah lewat. Kayaknya sudah di bawah lima tahun ke belakang," kata Arif saat ditemui Kompas.com, Jumat (2/10/2026). Pengalaman Menurut Arif yang lama jadi mekanik merek mobil Jepang, dari tanggapan dari sejumlah konsumen yang pernah menggunakan produk tersebut, hasil yang dirasakan dapat berbeda pada setiap kendaraan. "Kalau kita bicara soal magnet yang ada itu, memang pada masanya begitu, ya. Tapi sejauh ini, saya belum pernah menemukan bahwa ada tarikan yang lebih enteng atau lebih irit. Kecuali mungkin ada testimoni dari yang sudah pernah pasang," katanya. "Tapi kalau dari beberapa teman-teman konsumen yang datang, tanggapannya biasa saja, terutama yang sudah pernah pakai. Tapi mungkin bisa jadi akan berbeda di unit-unit tertentu. Ini pandangan umum saja, ya," katanya. Pandangan lain disampaikan Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor. Magnet yang dipasang di mesin mobil. Menurut dia, perangkat magnet yang dipasang pada saluran BBM memiliki beragam jenis. "Kalau magnet yang seperti itu macam-macam kan jenisnya ya. Kalau menurut saya, non sense," katanya kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2026). Cara Kerja Produk magnet untuk saluran BBM umumnya dipasarkan dengan konsep penggunaan medan magnet pada aliran bahan bakar. Penjelasannya BBM yang melewati area medan magnet disebut mengalami perubahan karakteristik. Kondisi tersebut kemudian diklaim dapat membantu proses pencampuran bahan bakar dengan udara. Selanjutnya, pencampuran yang lebih baik disebut dapat mendukung proses pengabutan atau atomisasi bahan bakar. Dengan demikian, pembakaran di ruang bakar diharapkan berlangsung lebih optimal dan konsumsi BBM menjadi lebih efisien. Meski demikian, hasil penggunaan perangkat tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi kendaraan, seperti kondisi mesin, sistem bahan bakar, pola berkendara, serta kondisi lalu lintas.