Beberapa hari ini viral sebuah unggahan di media sosial yang menceritakan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh penumpang bus AKAP.Curhatan itu diunggah oleh akun Threads @maachiat0o dan langsung menarik perhatian warganet. Pemilik akun tersebut mengaku alami gatal-gatal usai naik bus sleeper Sinar Jaya.Dalam unggahannya, ia mengaku kecewa dengan fasilitas yang diterima dan trauma lantaran bentol-bentol berlangsung selama beberapa hari setelah perjalanan selesai. Sontak hal ini mengundang perhatian pengguna media sosial lantaran timbul rasa takut untuk naik bus Sinar Jaya akan alami hal serupa. PO Sinar Jaya Mediasi dengan Penumpang Pamela, Marketing PO Sinar Jaya mengatakan, pasca-viralnya keluhan tersebut, PO Sinar Jaya langsung menghubungi korban melalui Direct Message Threads untuk selanjutnya memohon maaf. “Kami berkomitmen bertanggungjawab atas keluhan penumpang sesuai dengan aturan yang ada di Kemenhub. Adapun sodara Ribka (penumpang ) juga membuat tulisan terkait penyelesaian masalah yang telah dilakukan oleh tim Sinar Jaya secara kekeluargaan,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (12/7/2026). Lebih lanjut, Pamela menceritakan kronologi kejadian tersebut bermula saat penumpang pada 25 Juni 2026 untuk melakukan perjalanan dari Poris ke Wonosobo sleeper bus Sinar Jaya. Sleeper bus Sinar Jaya Namun, 29 Juni 2026, penumpang tersebut bercerita pada media sosial mengalami keluhan gatal-gatal. Lalu pada 2 Juli 2026, penumpang kembali update dengan bercerita kondisi yang semakin buruk. "Setelah itu pihak Marketing Komunikasi Sinar Jaya menghubungi penumpang tersebut dan kami melakukan pertemuan pada 6 Juli 2026 di Karawaci," katanya. Pamela juga mengatakan setelah ditelusuri, penumpang memang ada menghubungi pihak PO, namun via Chatbox yang mana akan direspon oleh sistem komputer, bukan langsung ke admin. Namun hal yang ditanyakan adalah masalah perubahan jadwal bus atau reschedule (sebelum keberangkatan). "Lalu pada 2 Juli 2026 penumpang sempat kembali menghubungi kami. Namun hanya sampai bot, keduanya tidak sampai ke live agent, hanya di bot," katanya. Dengan adanya kejadian ini, Pamela mewakili pihak manajemen berharap pelanggan bisa menghubungi perusahan terlebih dahulu melalui hotline Sinar Jaya guna menghindari salah paham atau misskomunikasi lainnya karena tidak setiap saat dapat memantau media sosial. “Hal itu juga sudah kami sampaikan kepada sodari Ribka dan bisa diterima dengan baik,” ucapnya. Proses pembersihan bus AKAP PO Sinar Jaya Pamela juga mengatakan, pihak Sinar Jaya segera membersihkan bus terkait dan menyampaikan bukti berupa dokumentasi foto dan video kepada penumpang. “Usai kejadian ini, kami melakukan audit kebersihan menyeluruh pada seluruh unit bus, memperketat SOP pengawasan mutu dengan vendor fumigasi, menyediakan semprotan anti-serangga (bug spray) di setiap titik keberangkatan,” katanya. Selain itu Sinar Jaya juga menginstruksikan kru bus untuk lebih memperhatikan kebersihan interior selama perjalanan. Pamela mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi secara komprehensif dan mendalam untuk mengetahui kendala secara tepat sasaran. PO Sinar Jaya Selalu Membersihkan Bus Kemudian, Pamela menegaskan, guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang di tengah jadwal yang padat, PO Sinar Jaya rutin melakukan pembersihan untuk semua bus dengan pihak ketiga. Pihak Sinar Jaya juga sedang lakukan evaluasi dengan pihak ketiga tersebut terkait kejadian ini. “Seluruh fasilitas pendukung seperti bantal dan selimut juga dibersihkan secara intensif sebagai upaya preventif menyeluruh sehingga penumpang tidak perlu cemas mengalami kejadian serupa,” tutup Pamela.