Penjualan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) secara global mencapai 13,52 juta unit sepanjang Januari-Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 24,1 persen dari total penjualan kendaraan dunia yang mencapai 56,11 juta unit. Dikutip dari Globalchinaev.com, Senin (7/9/2026), data tersebut diungkapkan oleh Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (China Passenger Car Association/CPCA) pada 1 September 2026. Kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) menyumbang 16,8 persen dari total penjualan kendaraan global. Sementara itu, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) berkontribusi 7,3 persen. Jika kendaraan hibrida konvensional atau non-plug-in turut diperhitungkan, total penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai sekitar 18,07 juta unit. Angka tersebut setara dengan 32,2 persen dari total penjualan kendaraan dunia. Ratusan pengunjung GIIAS 2026 mencoba langsung Lepas E4 EV dan L8 PHEV sebelum memutuskan membeli. Pertumbuhan Mulai Melambat Tingkat penetrasi NEV global terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, pangsanya tercatat 13,1 persen, kemudian naik menjadi 15,9 persen pada 2023, 19,5 persen pada 2024, dan 23,6 persen pada 2025. Namun, kenaikan hingga Juli 2026 hanya sekitar 0,5 poin persentase dibandingkan dengan capaian sepanjang 2025. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan elektrifikasi global masih berlanjut, tetapi lajunya mulai melambat. Adopsi NEV juga masih belum merata. Norwegia menjadi negara dengan tingkat penetrasi tertinggi, yakni 81 persen. Inggris Raya dan Jerman menyusul dengan masing-masing 35 persen dan 32,6 persen. Sementara itu, Amerika Serikat tercatat 7 persen dan Jepang hanya 4 persen. Sebanyak 23 mobil listrik murni anggota KOLEKSI mengikuti perjalanan dari Jakarta menuju Pahawang, Lampung. China Masih Mendominasi China tetap menjadi negara dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan NEV global. Negeri Tirai Bambu tersebut menyumbang 62 persen dari total penjualan NEV dunia sepanjang Januari-Juli 2026. Khusus Juli 2026, pangsa China meningkat menjadi 65,3 persen. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan pangsa sepanjang 2025 yang mencapai 68,3 persen. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi China terhadap penjualan NEV global, bukan tingkat elektrifikasi pasar domestiknya. Jika mengacu pada pasar domestik, penetrasi kendaraan energi baru di China mencapai 47,8 persen sepanjang tahun berjalan. Angka tersebut meningkat menjadi 56,8 persen pada kuartal ketiga 2026. Sebagai pembanding, penetrasi NEV di Perancis mencapai 30,3 persen, Swedia 58,2 persen, Korea Selatan 25,2 persen, dan Italia 16,2 persen. Mobil listrik BAIC T1 raih ratusan SPK di GIIAS 2026 BYD Memimpin Penjualan Global Berdasarkan merek, BYD menempati posisi teratas dalam penjualan NEV global hingga Juli 2026. Pabrikan asal China tersebut menguasai pangsa pasar 20,7 persen. Geely berada di posisi kedua dengan 10,1 persen, disusul Tesla sebesar 8,9 persen. Pangsa BYD sedikit menurun dibandingkan dengan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 22,8 persen. Sementara itu, pangsa Tesla meningkat dari 8,1 persen pada 2025. Namun, tren penjualan kuartalannya masih menunjukkan penurunan, dari 9,8 persen pada kuartal pertama 2026 menjadi 7,8 persen pada kuartal ketiga. Produsen China lainnya juga mencatatkan pertumbuhan. SAIC Motor menguasai 6,8 persen pasar NEV global, Chery Automobile 5,5 persen, dan Leapmotor 3,9 persen. Unit otomotif Xiaomi yang baru masuk peringkat pada 2024 dengan pangsa pasar 0,8 persen, kini mencapai 1,6 persen. Angka tersebut mendekati NIO dan Li Auto yang masing-masing mencatatkan 1,7 persen. BYD Atto 1 di IIMS 2026 Merek China Perluas Pasar Ekspor Pada sisi lain, produsen mobil tradisional kehilangan pangsa pasar NEV global. Pangsa Volkswagen Group turun menjadi 5,6 persen hingga Juli 2026, dari 11,1 persen pada 2021. Hyundai-Kia tercatat 3,1 persen, BMW 2,6 persen, dan Toyota 2,1 persen. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan XPeng yang mencapai 1,8 persen dan GAC Group sebesar 2 persen. Merek-merek China juga semakin memperluas penjualan ke pasar luar negeri. Pada Juli 2026, merek independen China menyumbang 28 persen dari penjualan NEV di luar China. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan dengan pangsa sepanjang 2025 yang mencapai 15,8 persen. Dengan penetrasi NEV Norwegia yang telah melampaui 80 persen, sementara Amerika Serikat masih berada di bawah 10 persen, kesenjangan elektrifikasi antarnegara semakin terlihat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana negara-negara dengan tingkat adopsi rendah dapat mengejar ketertinggalan, di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik global yang masih berlanjut.