Skema Motor Listrik Nasional (Molinas) hingga kini masih dalam tahap penggodokan pemerintah. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyebut belum mendapatkan gambaran utuh mengenai konsep dan mekanisme program tersebut. Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan, dirinya telah berupaya mencari informasi lebih lanjut setelah menghadiri peresmian program Molinas oleh Presiden. Namun, hingga saat ini detail skema yang akan diterapkan pemerintah masih belum sepenuhnya jelas. “Kalau saya lihat sampai dengan saat sekarang ini pemerintah masih menggodok kelihatannya. Masih membuat satu skema yang cocok, karena memang industri kan sudah cukup banyak (motor listrik buatan dalam negeri),” ujar Budi, kepada Kompas.com (24/8/2026). Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran motor listrik nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Menurut Budi, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi industri motor listrik yang sudah berkembang di Indonesia. Saat ini terdapat puluhan produsen dan merek dengan karakteristik teknologi serta tingkat kandungan lokal yang berbeda-beda. “Di saya (Aismoli) itu, ada 36 pabrik motor listrik, ada 36 brand dan masing-masing memang teknologinya agak berbeda, TKDN-nya juga berbeda,” kata dia. Aismoli Tunggu Kejelasan Konsep Molinas Budi mengatakan, Aismoli telah berkomunikasi dengan sejumlah kementerian untuk mendapatkan gambaran mengenai arah program tersebut. Ia menyebut telah berdiskusi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas serta Menteri Perindustrian. Budi juga membawa sejumlah pengurus Aismoli untuk berdiskusi dengan pihak PT LEN Industri, terkait pengembangan program motor listrik nasional. Ilustrasi booth Polytron di pameran IMOS 2022 Dari berbagai komunikasi tersebut, Budi menangkap bahwa pemerintah masih menyusun skema yang dinilai paling sesuai. “Pemerintah sudah menggodok kira-kira yang nanti masuk dalam klasifikasi Molinas, atau pemerintah akan bangun pabrik sendiri?,” katanya. Menurut Budi, opsi membangun pabrik motor listrik baru bukan perkara sederhana. Pemerintah perlu mempertimbangkan waktu pembangunan, kesiapan teknologi, hingga ekosistem industri yang sudah terbentuk. Motor listrik United E-Motor Pemerintah Diminta Beri Kemudahan bagi Industri Budi menilai, pemerintah sebenarnya sudah memiliki salah satu perusahaan yang dapat menjadi bagian dari pengembangan motor listrik nasional, yakni PT Wika Industri Manufaktur (Gesits), yang memproduksi motor listrik Gesits. Menurut dia, Gesits dapat menjadi salah satu opsi apabila pemerintah ingin memperkuat kapasitas industri yang sudah ada, ketimbang membangun fasilitas baru dari awal. “Gesits kan sebenarnya juga representasi pemerintah, punya BUMN. Kalau memang pemerintah mau ya tinggal Gesits saja dioptimalkan, dimaksimalkan lagi,” ujar Budi. Pabrik motor listrik Alva di Cikarang, Jawa Barat. Meski demikian, Budi mengaku belum mengetahui secara pasti bentuk kebijakan yang nantinya akan diterapkan dalam program Molinas. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan maupun penghargaan (reward) bagi pelaku industri yang memenuhi kriteria program. Dengan demikian, Molinas tidak hanya menghasilkan produk motor listrik nasional, tetapi juga dapat memanfaatkan industri yang sudah lebih dahulu berinvestasi dan membangun ekosistem di Indonesia. Kejelasan skema tersebut dinilai penting bagi industri agar produsen dapat mempersiapkan diri, terutama karena masing-masing perusahaan memiliki teknologi, kapasitas produksi, serta tingkat TKDN yang berbeda.