Praktik tagging atau menandai slot parkir kosong dengan cara menyuruh orang berdiri di lokasi kerap memicu perdebatan antar-pengemudi di tempat umum. Menghadapi situasi tersebut, pengendara diimbau untuk mengedepankan kepala dingin guna menghindari gesekan atau konflik yang tidak perlu. Bukan Wewenang Pengunjung Ketua Indonesia Parking Association (IPA) Rio Octaviano menjelaskan, tindakan memesan slot parkir secara mandiri menggunakan orang pada dasarnya kurang tepat. Ilustrasi tag parkir Sebab, pengunjung biasa tidak memiliki kapasitas operasional untuk mengamankan area tertentu. "Kalau saya yang tag parkir, saya tidak perlu pasang orang untuk booking lot parkir, karena saya atau pasangan saya bukan petugas resmi yang berhak melakukan tindakan operasional," ujar Rio kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026). Meredam Konflik Di sisi lain, bagi pengemudi yang kendaraannya sudah tiba di depan slot kosong namun terhalang oleh orang yang melakukan tagging, Rio menyarankan untuk tidak memperpanjang perdebatan di lapangan. "Kalau saya mobil yang sudah hadir di lot parkir kosong, saya tidak akan mendebat orang yang tag parkir. Karena apabila sekali ditegur tidak bisa, ya berarti akan ada potensi friksi, lebih baik mengalah," kata Rio. Menurut Rio, di tengah ketiadaan aturan khusus yang mengikat di area publik, keputusan akhir berada di tangan masing-masing pengendara untuk menekan ego. "Pilihannya kembali ke kita, apakah kita mau berkonflik atau tidak," tegasnya. Petugas Lapangan Guna meminimalisasi perselisihan antar-pengunjung, pengelola gedung atau lokasi parkir diharapkan mengambil langkah preventif dengan menempatkan personel penertib di area parkir. "Pengelola parkir atau lokasi harus antisipasi dengan memberikan petugas parkir di lapangan, walau terbatas jumlahnya," tutur Rio. Basement khusus parkiran anggota DPR kini dipenuhi mobil anggota dewan berpelat nomor sipil usai demo ricuh di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025). Kehadiran petugas resmi dinilai penting untuk mengarahkan alur kendaraan sekaligus menjadi penengah jika terjadi perbedaan pendapat antar-pengendara di lapangan.