Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi salah satu momentum yang paling dinantikan masyarakat untuk membeli mobil baru. Selain banyaknya model terbaru yang diluncurkan, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga identik dengan berbagai promo menarik. Namun, besarnya diskon dan penawaran bukan berarti konsumen boleh terburu-buru mengambil keputusan. Membeli mobil merupakan investasi jangka panjang sehingga perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang. "Ketika membeli mobil, konsumen perlu meninjau berbagai aspek secara komprehensif, mulai dari kesesuaian spesifikasi dengan aktivitas harian, keandalan produk, hingga kesiapan jaringan purna jual," kata Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, Selasa (28/7/2026). Ada beberapa tahapan penting yang sebaiknya dilakukan calon pembeli sebelum membawa pulang mobil baru. 1. Pilih Mobil Sesuai Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren Langkah pertama adalah menentukan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Jangan hanya terpaku pada desain atau tren pasar. Bandingkan beberapa model berdasarkan kapasitas penumpang, efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan, teknologi, hingga biaya kepemilikan. Catat pula harga resmi setiap model sebelum mempertimbangkan berbagai program promo yang ditawarkan. 2. Jangan Lewatkan Test Drive Test drive menjadi tahap yang tidak boleh dilewatkan. Melalui sesi ini, calon pembeli bisa merasakan langsung kenyamanan berkendara, performa mesin, posisi duduk, visibilitas, respons kemudi, hingga kualitas suspensi. Selain itu, berbagai fitur kendaraan juga dapat dicoba secara langsung sehingga konsumen memiliki gambaran nyata mengenai mobil yang akan dibeli. Ilustrasi suasana pameran GIIAS 2025 3. Pelajari Seluruh Program Penjualan Sebelum melakukan transaksi, mintalah penjelasan lengkap kepada tenaga penjual mengenai seluruh skema pembelian. Mulai dari besaran uang muka, biaya tanda jadi, cicilan, asuransi, estimasi waktu pengiriman unit, hingga promo yang sedang berlangsung. Suzuki juga menyarankan konsumen mengecek masa garansi kendaraan, reputasi merek, serta luasnya jaringan bengkel resmi sebagai bagian dari pertimbangan sebelum membeli. 4. Teliti Kondisi Mobil Saat Serah Terima Meskipun setiap mobil baru telah melalui proses Pre-Delivery Inspection (PDI) sebelum dikirim kepada konsumen, pengecekan ulang tetap disarankan. Idealnya, serah terima dilakukan pada siang hari atau di lokasi dengan pencahayaan yang baik agar kondisi bodi dan kualitas cat lebih mudah diperiksa. Pastikan tidak terdapat goresan, penyok, maupun celah panel yang tidak presisi. Periksa juga kebersihan interior serta kelengkapan bawaan seperti ban cadangan, dongkrak, toolkit, buku manual, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 5. Cek Odometer dan Dokumen Kendaraan Calon pemilik juga perlu memastikan seluruh fitur elektronik bekerja normal, mulai dari lampu, AC, sistem audio hingga panel instrumen. Perhatikan pula angka odometer. Mobil baru memang umumnya tidak menunjukkan angka nol karena telah melalui proses uji jalan dan distribusi dari pabrik, tetapi jarak tempuhnya masih berada dalam batas toleransi. Terakhir, cocokkan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan dengan data pada STNK maupun dokumen kendaraan lainnya agar tidak menimbulkan masalah administrasi di kemudian hari.