Royal Enfield Interceptor 650 sejatinya lahir dengan aura roadster klasik. Namun, di tangan Chandra Gunawan, punggawa bengkel kustom Frontwheel Motors di Bogor, motor bermesin dua silinder 650 cc ini dirombak total menjadi street scrambler yang sangar. Mengusung konsep street scrambler, motor ini dirancang tangguh namun tetap mengutamakan kenyamanan di jalan aspal. Pilihan bannya sengaja tidak menggunakan tipe dual purpose yang terlalu kasar, melainkan ban aspal dengan kembangan tebal berkarakter kekar. Ganti Bodi "Kalau biasa bikin kan ala-ala racer gitu, flat tracker. Kalau ini street scrambler, jadi lebih ke jalan aspal saja mainnya," kata Chandra kepada Kompas.com, Senin (8/6/2026). Untuk merealisasikan konsep tersebut, Frontwheel Motors membuat ulang seluruh bagian bodi secara hand made. Menariknya, tangki bawaan dibuat ulang dari bahan aluminium. Bentuknya sekilas dibuat satu banding satu persis dengan aslinya, namun ukurannya diperkecil 2 cm pada sisi kanan dan kiri agar tampilannya lebih ramping saat dijepit paha pengendara. Modifikasi Royal Enfield Interceptor 650 buatan Frontwheel Motors Sentuhan akhir pada tangki ini menggunakan teknik hairline brush dengan aksen warna merah melingkar di area emblem samping. Tidak berhenti di situ, bagian side panel, sepatbor depan dan belakang dari pelat, hingga handlebar juga merupakan hasil garapan Frontwheel Motors. Di bagian fasia depan, terpasang apik batok lampu minimalis berbahan aluminium yang melengkapi lampu utama bulat bawaan dari Royal Enfield Guerrilla. Melihat ke area kaki-kaki, kombinasi diameter roda diubah menjadi ukuran 19 inci di depan dan 18 inci di belakang, bergeser dari standarnya yang berukuran rata 18 inci. Modifikasi Royal Enfield Interceptor 650 buatan Frontwheel Motors Komponen Premium dan Serat Karbon Untuk peredam kejut bagian belakang, pakai sokbreker lansiran Daytona tipe single tanpa tabung. Bagian bawah mesin juga terlindungi dengan aman berkat adanya skid plate dan engine guard aluminium. Urusan detail, motor ini bertabur komponen premium yang posisinya dibuat tersembunyi namun fungsional, seperti lampu sein super kecil dari Moto Gadget. Selain itu, emblem side panel dibuat kontras dengan kelir merah bertuliskan 'fw. Scrambler'. Faktor fungsionalitas juga tetap diperhatikan mengingat sang pemilik gemar melakukan touring. Frontwheel Motors menyematkan bag rack atau bracket bagasi minimalis berlapis krom di area belakang jok kustom. Modifikasi Royal Enfield Interceptor 650 buatan Frontwheel Motors Area knalpot menjadi salah satu sektor paling mencuri perhatian. Posisinya dibuat meninggi khas motor garuk tanah dengan konfigurasi dual exit. Menariknya, pelindung panas knalpot bawaan yang berbahan stainless diganti menggunakan bahan serat karbon. "Cover knalpotnya kita pakai karbon, biar mengurangi panas. Kalau bawaannya panasnya terlalu berasa," ucapnya. Dengan banyaknya komponen yang dibuat secara khusus serta penggunaan perintilan premium dari kaki-kaki hingga sektor lampu, biaya modifikasi Interceptor 650 ini menyentuh angka yang cukup fantastis. "Bisa ngabisin hampir Rp 70 juta. Karena emang banyak custom part sama beberapa perintilannya lumayan premium juga," kata Chandra. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang