PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi dengan Kinto Indonesia, layanan berlangganan kendaraan dari PT Toyota Astra Financial Services (TAF), dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan, Transjakarta kini telah berevolusi. Dari sekadar operator Bus Rapid Transit (BRT), Transjakarta kini menjelma menjadi platform mobilitas perkotaan yang menghubungkan berbagai moda transportasi. "Masa depan mobilitas adalah tentang bagaimana masyarakat memperoleh akses terhadap transportasi yang aman, nyaman, efisien, terjangkau, dan terintegrasi," ujar Welfizon pada sesi talkshow bertajuk From Ownership to Connected Mobility di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026). Kendaraan Pengumpang Menariknya, selain Mikrotrans, sepeda, dan pejalan kaki, Transjakarta kini juga mulai mengintegrasikan penggunaan kendaraan pribadi sebagai opsi angkutan pengumpan awal atau feeder dan akhir (first mile dan last mile) melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) serta fasilitas park & ride. "Transportasi publik ini banyak poin integrasi yang tentunya tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Butuh kolaborasi, butuh sinergi dengan pihak swasta. Pada akhirnya orang akan memilih mobilitas yang lebih mudah, yang lebih terjangkau," kata Welfizon. Transjakarta dan KINTO Bagikan Visi Mobilitas Masa Depan di GIIAS 2026 Welfizon menjelaskan, mobilitas yang dimaksud pilihannya bisa juga berupa kendaraan umum yang dikombinasikan dengan kendaraan pribadi. Karena mungkin belum semua first mile itu bisa dilayani oleh angkutan publik. Angkutan Pengumpang Pakai Kendaraan Sewa Konsep integrasi ini disambut baik oleh Kinto Indonesia. Melalui layanan Vehicle Subscription seperti Kinto One, pengguna dapat memanfaatkan kendaraan berlangganan menuju halte atau stasiun angkutan massal (first mile), maupun melanjutkan perjalanan dari stasiun ke tempat tujuan akhir yang belum terjangkau transportasi umum (last mile). Direktur TAF, Ezar Kumendong, mengatakan, perusahaan pembiayaan kini turut berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem mobilitas nasional yang terintegrasi, bukan sekadar menyediakan akses kredit kendaraan. "Kolaborasi lintas industri dan pemangku kepentingan merupakan akselerator transformasi mobilitas Indonesia. Kami optimistis dapat menghadirkan ekosistem mobilitas yang semakin terhubung dan mendukung terwujudnya kota yang lebih cerdas," kata Ezar pada acara yang sama.