Keberadaan tombol fisik pada mobil China semakin langka. Semua pengoperasian dilimpahkan pada head unit. Berbeda dengan mobil asal pabrikan lainnya, baik Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa, yang masih mempertahankan kegunaan tombol fisik. Pada mobil China, tampilan dasbor lebih "bersih" dan mulus. Sebagian orang menilai, absennya tombol fisik untuk mengoperasikan fitur cukup berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi mengemudi. Sebab, pengemudi harus melepas perhatiannya dari jalan untuk melihat ke layar head unit agar tidak salah pencet. Test drive Changan Deepal S05 di Chongqing, China Menurut Klaus Zyciora, Head Of Global Design Changan, ada perbedaan antara konsumen yang merupakan orang-orang Timur dan orang-orang Barat. "Di China itu, Voice Interface penting, mulai dari buka jendela hingga memainkan musik. Orang-orang di China lebih suka berbicara dengan mobilnya," ujar Klaus, kepada wartawan, saat ditemui di Changan RnD Center, di Chongqing, China, belum lama ini. "Sedangkan di masa lalu, orang masih pakai jari atau manual. Orang-orang Barat lebih memilih untuk menekan tombol," kata Klaus. Changan CS55 Plus HEV Klaus menambahkan, hilangnya tombol di dasbor dan menempatkan semuanya pada layar head unit dimulai ketika Tesla muncul. "Selain itu, kendaraan otonom tumbuh dan berkembang pesat di China. Orang-orang hanya perlu berbicara dengan mobil dan sampai ke tujuan," ujarnya. Klaus tidak menyinggung mana yang lebih aman. Tapi, dengan kondisi lalu lintas yang terukur dan teknologi yang semakin canggih, maka kecelakaan bisa saja dihindari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang