MG Motor Indonesia menatap tahun 2026 dengan optimisme, meski tidak ingin buka-bukaan menetapkan target pertumbuhan penjualan secara perinci. Head of Marketing MG Motor Indonesia, Hary Kurniawan, mengatakan perusahaan tetap memiliki target pada tahun ini di tengah prediksi kondisi pasar tahun ini yang belum sepenuhnya positif. “Tahun ini kami target pasti ada, tapi secara rata-rata kami targetkan itu ya pasti tumbuh dibanding tahun lalu. Untuk angka pastinya mungkin belum bisa saya ungkap,” kata Hary yang ditemui akhir pekan lalu, di Jakarta. MGS5 EV buka selubung di Jakarta Hary menilai, penetapan target penjualan harus mempertimbangkan banyak faktor, terutama perubahan kondisi pasar. “Kalau kita lihat kan kondisi market sekarang sangat dinamis ya. Tentu akan kurang bijak juga sih kalau menentukan angka tertentu," ujar Hary. "Jadi yang pasti di MG kami selalu melihat dinamika market seperti apa. Tentu kami harus menyesuaikan ke kondisi adaptasi gitu,” katanya. Mengutip Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales MG sepanjang 2025 tercatat sebanyak 2.018 unit. Sementara penjualan ritel atau distribusi dari diler ke konsumen mencapai 1.856 unit. Hary juga menegaskan komitmen MG untuk tetap serius menggarap pasar Indonesia. Booth MG di GJAW 2025 Salah satu buktinya adalah rencana penetrasi penuh melalui kehadiran produk-produk baru sepanjang tahun ini. “Itu yang berusaha kami tetap jaga, yang pasti yang bisa saya berikan adalah MG serius di market Indonesia, dan tahun ini pasti akan penetrasi penuh dengan produk-produk kami yang baru,” ucap Hary. Untuk diketahui, kontribusi terbesar terhadap kinerja MG pada tahun lalu datang dari segmen mobil listrik. MG4 EV menjadi tulang punggung penjualan, seiring meningkatnya minat kendaraan listrik berbasis baterai. Mobil listrik MG4 EV “Kalau yang tahun lalu itu MG4 EV ya, memegang peranan paling besar. Maka dari itu juga kan kita lihat potensi EV market di Indonesia itu masih oke gitu, masih berkembang lah,” kata Hary. Sejalan dengan itu, data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai dari pabrik ke diler pada 2025 mengalami lonjakan signifikan. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualannya naik 141 persen, dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit. Kontribusi mobil listrik terhadap total pasar mobil nasional telah menembus lebih dari 12 persen. Di sisi lain, pasar otomotif nasional tahun ini secara keseluruhan masih menghadapi tantangan. Sepanjang 2025, penjualan wholesales tercatat sebesar 803.687 unit atau turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga terkoreksi dengan persentase serupa, yakni 833.692 unit. Memasuki 2026, Gaikindo memperkirakan penjualan kendaraan roda empat atau lebih masih berada di kisaran 850.000 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang