Pebalap KTM Tech3, Maverick Vinales, sudah bersiap menyambut MotoGP 2026. Vinales menyadari betul apa yang dibutuhkan untuk bisa bangkit dan kembali kompetitif. Vinales memilih bekerja sama dengan Jorge Lorenzo, mantan juara dunia MotoGP tiga kali, yang akan berperan sebagai pelatih spesial atau performance coach untuk membantunya kembali bersaing di papan atas. Target kerja sama dua pebalap jebolan tim pabrikan Yamaha MotoGP ini juga tidak main-main, yaitu merebut gelar juara dunia. Maverick Vinales saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Saat ini Vinales dan Lorenzo memanfaatkan jeda musim dingin MotoGP secara intensif untuk mengasah kemampuan “Top Gun”, mulai dari latihan menggunakan motor supersport hingga flat track. Proses tersebut juga mendapat dukungan dari Chicho Lorenzo, ayah Jorge, yang telah lama berkecimpung dalam dunia pelatihan balap motor. Lorenzo akan mendampingi Viñales dalam tiga aspek utama, yakni persiapan fisik, pembinaan strategi, serta pengembangan teknis dan atletik. Jorge Lorenzo akan mengikuti balap mobil menggunakan Porsche Menurutnya, Viñales masih menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Bahkan, ia menilai bakat alami Viñales lebih tinggi dibanding bintang KTM saat ini, Pedro Acosta. “Pedro akan menjadi juara dunia MotoGP, saya yakin itu. Tapi saya benar-benar percaya, kecepatan dan bakat alami Maverick lebih unggul dari pebalap lain,” ujar Lorenzo dikutip dari Speedweek, Jumat (26/12/2025). “Banyak pebalap dengan talenta lebih kecil dari Maverick bisa juara dunia. Jadi kenapa tidak dia?,” kata Lorenzo. Pendekatan strategis Lorenzo akan berfokus pada manajemen tekanan dan risiko, menjaga konsistensi selama balapan, serta membantu pengambilan keputusan Vinales di momen-momen krusial. Maverick Vinales, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo saat menghadiri peluncuran tim Yamaha Factory Racing di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 6 Februari 2020. “Hasil yang ia raih selama ini tidak pernah benar-benar menggambarkan talentanya. Sekarang tugas kami adalah menutup jarak itu,” kata Lorenzo. Meski demikian, tantangan yang dihadapi Vinales tentu tidak ringan. Marc Marquez (Ducati Lenovo) diperkirakan kembali menjadi salah satu unggulan utama pada musim depan Selain itu, masih ada sederet pebalap kuat lainnya seperti Marco Bezzecchi (Aprilia), Alex Marquez (Gresini), hingga Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo). Dari kubu KTM sendiri, Vinales juga harus berhadapan dengan Pedro Acosta.   Rider Ducati Lenovo Marc Marquez (kanan) dan pebalap Red Bull KTM Tech3 Maverick Vinales berlomba selama Grand Prix MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail di Lusail, utara Doha, pada 13 April 2025. Sepanjang kariernya di MotoGP, Viñales berkali-kali menunjukkan bakat dan kecepatannya. Pada musim perdananya bersama KTM, ia juga sempat tampil menjanjikan sebelum mengalami cedera bahu di Sachsenring. Namun, Vinales dikenal sebagai pebalap yang sensitif dan membutuhkan kondisi yang benar-benar ideal untuk tampil maksimal. Karena itu, konsistensi menjadi tantangan terbesar yang harus dipecahkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang