Mantan pebalap MotoGP, Jorge Lorenzo mengungkapkan penyesalan terbesar dalam kariernya di panggung balap motor paling bergengsi. Sepanjang kariernya, Lorenzo adalah salah satu pebalap tersukses. Ia mencatatkan 68 kemenangan grand prix dan meraih lima gelar juara dunia, termasuk tiga di kelas utama MotoGP. Namun di balik itu semua, ada satu momen yang terus membekas, yakni saat menjalani periode bersama Ducati karena lambat beradaptasi. Setelah sukses bersama Yamaha, Lorenzo bergabung dengan Ducati pada 2017 sebagai bagian dari proyek besar untuk mengangkat performa motor Ducati Desmosedici. Jorge Lorenzo akan mengikuti balap mobil menggunakan Porsche Saat itu, Ducati tengah bangkit di bawah arahan Gigi Dall'Igna, dan rekan setimnya yaitu Andrea Dovizioso mulai konsisten bersaing di papan atas. Namun, proses adaptasi Lorenzo tidak berjalan mulus. Ia mengakui terlalu lama mengubah gaya balapnya agar sesuai dengan karakter motor Ducati. “Terutama, saya mungkin terlalu lambat mengubah gaya balap saya di Ducati,” kata Lorenzo dikutip dari Crash, Rabu (15/4/2026). “Karena saya mencoba mengendarai Ducati seperti Yamaha, dan saya butuh waktu terlalu lama untuk memahami bahwa dengan Ducati saya harus mengubah gaya balap sepenuhnya,” ujarnya. Sebaliknya, gaya balap yang ia gunakan saat bersama Yamaha justru bertolak belakang dan tidak cocok dengan karakter Ducati. Jorge Lorenzo saat balapan di Valencia, Spanyol. (Photo by JOSE JORDAN / AFP) “Saya harus mengerem lebih lambat, masuk ke apex tikungan dengan sangat cepat, tidak terlalu miring, dan menjaga motor tetap tegak,” ungkapnya. Momen yang Terlewat Perubahan besar akhirnya terjadi pada 2018. Lorenzo tampil dominan dan meraih kemenangan di Mugello, disusul Catalunya dan Austria. Pebalap asal Spanyol itu bahkan sempat masuk dalam persaingan gelar sebelum mengalami cedera. Namun, momentum tersebut datang di waktu yang tidak tepat. Saat merayakan kemenangan di Mugello, Lorenzo ternyata sudah lebih dulu menandatangani kontrak untuk bergabung dengan tim Repsol Honda pada musim berikutnya. Ucapan selamat Jorge Lorenzo untuk Alex Marquez “Mungkin saya memenangkan balapan di Mugello 2018 satu pekan terlalu terlambat,” ujar Lorenzo. “Jadi kalau saya lebih cepat memahami bahwa saya harus mengubah gaya balap, saya bisa saja bertahan di Ducati selama dua atau tiga tahun lagi,” ujarnya. Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu “what if” atau pertanyaan terbesar dalam kariernya sebagai pebalap MotoGP. Terlebih karier Lorenzo di Repsol Honda tidak berjalan sesuai harapan akibat cedera, sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada akhir 2019. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang