- Jorge Martin harus puas finis di posisi kelima pada MotoGP Aragon 2026. Meski gagal naik podium, dia masih berada di posisi puncak klasemen sementara MotoGP. Martin sebenarnya mengawali balapan dengan cukup menjanjikan. Start dari posisi kelima, pebalap asal Spanyol itu langsung memanfaatkan kesalahan Marc dan Alex Marquez pada awal lomba. Setelah menempuh sekitar 500 meter, Martin sudah berada di posisi kedua, tepat di belakang rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi. Namun, performa tersebut tidak bertahan lama. Martin kembali mengalami kesulitan dengan daya cengkeram ban pada Aprilia RS-GP miliknya. Posisinya kemudian merosot ke urutan kelima dan bertahan hingga balapan berakhir. Dia finis sekitar 12 detik di belakang Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang MotoGP Aragon. Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer (tengah) dan pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri) mengalami kecelakaan saat Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing melaju setelah start balapan MotoGP Hongaria 2026 di sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) Martin mengatakan hasil tersebut sebenarnya sudah diperkirakan sejak sesi latihan bebas pada hari Jumat. Menurut dia, karakter Sirkuit Aragon memang tidak terlalu cocok dengan performa motor Aprilia. "Balapan hari ini juga sangat sulit. Setidaknya saya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik dari potensi yang kami miliki," katanya dikutip dari Speedweek, Senin (31/8/2026). "Sebenarnya balapan berjalan seperti yang saya perkirakan karena sejak Jumat saya sudah mendapatkan gambaran mengenai peluang kami, lebih dari posisi kelima tidak mungkin saya dapatkan di sini dalam kondisi apa pun," ujarnya. Masih Unggul di Klasemen Hasil MotoGP Aragon memang tidak memberikan podium bagi Martin. Namun juara dunia MotoGP 2024 itu masih memiliki keunggulan dalam perburuan gelar juara dunia. Martin kini hanya unggul 19 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua klasemen. Sementara itu, Bezzecchi juga terus mendekat dengan selisih 24 poin dari Martin. Jorge Martin (kiri) memimpin Sprint Race MotoGP Perancis di Le Mans, barat laut Prancis, pada 9 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat penting bagi Martin dalam mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim. Martin kini mengalihkan perhatian ke seri berikutnya. Dia berharap karakter trek berikutnya bisa lebih sesuai dengan karakter Aprilia RS-GP. "Saya akan berjuang keras setiap hari, dan saya masih belum mencapai batas kemampuan motor ini," katanya. Grip Martin menegaskan bahwa masalah utama yang dihadapi Aprilia di sejumlah srikuit adalah kurangnya grip. "Grip itulah yang kurang bagi saya. Saya tidak mampu mengatasinya dengan lebih baik. Lebih dari posisi kelima memang tidak mungkin dan saya ingin segera melupakan balapan ini," katanya.