Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, tidak hanya menjadi panggung bagi deretan kendaraan listrik dan teknologi otomotif masa depan. Di tengah gempuran mobil berdesain futuristis, kehadiran sejumlah mobil klasik dan bersejarah justru sukses menyedot perhatian pengunjung. ikon otomotif dari berbagai era tampil memikat, membawa nostalgia sekaligus memperlihatkan rekam jejak evolusi industri roda empat dunia. Berikut deretan mobil klasik dan bersejarah yang menjadi primadona di panggung GIIAS 2026: Toyota Land Cruiser FJ40 Toyota Land Cruiser FJ40 di GIIAS 2026 Legenda off-road yang akrab disapa "Toyota Hardtop" di Indonesia ini tetap magnet kuat bagi pencinta SUV tangguh. Dipajang di area booth Toyota, kehadiran FJ40 bersanding harmonis dengan lini kendaraan modern, menegaskan warisan ketangguhan Land Cruiser yang bertahan lintas generasi. Desain boxy yang khas dengan gril ikonik, lampu utama bulat, serta bodi kekar yang tak lekang oleh waktu. FJ40 menjadi tulang punggung kendaraan operasional dan off-road di Indonesia sejak era 1960-an hingga kini masih diburu para kolektor. Honda City Turbo I (1982) Honda City Turbo 1 di GIIAS 2026 Di booth Honda, nuansa retro pop era 1980-an terpancar lewat hadirnya Honda City Turbo I. Hatchback mungil dengan desain tallboy ini menyajikan pesona mobil kompak berperforma tinggi yang sangat populer di Jepang pada masanya. Mobil ini punya bodi serba kompak dengan fender flare agresif serta grafis stiker khas era 80-an yang ikonis. Dibekali mesin 1.231 cc dengan tambahan turbocharger, menghasilkan tenaga responsif di dalam bodi yang tergolong ringan. Benz Patent-Motorwagen (1886) Benz Patent Motorwagen di GIIAS 2026 Tampil di panggung Mercedes-Benz, replika resmi dari Benz Patent-Motorwagen menjadi salah satu daya tarik utama. Kendaraan roda tiga ini diakui sebagai mobil pertama di dunia yang dipatenkan oleh Karl Benz pada 1886. Kendaraan klasik ini menggunakan bahan bakar alkohol berkadar 99 persen (mendekati ligroin yang digunakan pada era 1880-an) serta dihidupkan dengan cara memutar roda gila (flywheel) besar secara manual.