Selain bahan bakar yang tepat dan menerapkan eco driving, kondisi mesin yang optimal juga menjadi kunci penting dalam menjaga mobil tetap irit bahan bakar. Salah satu cara memastikan apakah kondisi mobil dalam keadaan optimal dapat dilakukan melalui uji emisi. Hal ini juga bisa dijadikan indikator apakah konsumsi BBM mobil irit atau tidak. Menurut Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil. "Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, itu menjadi indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya, seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar kembali optimal,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026). Ilustrasi pengecekan mesin Auto2000 Meski tidak ada kerusakan, melakukan uji emisi dapat memastikan mesin dalam kondisi prima agar mencapai tingkat efisiensi terbaik. Dengan melakukan uji emisi, dapat diketahui apakah komposisi udara dan bahan bakar yang digunakan sudah sesuai spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal. Bila kinerja mesin optimal, maka hasilnya adalah efisiensi bahan bakar yang lebih baik karena mesin tidak menjadi boros bensin. Uji Emisi Bicara soal uji emisi, ada aturan tertulis yang menjadi barometer kelulusannya. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama. Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin produksi 2007 dan sesudahnya memiliki ambang batas emisi pada uji idle dengan parameter karbon monoksida (CO) maksimal 1,5 persen volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume. Alat pengukur emisi gas buang milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Digunakan saat tilang uji emisi Untuk memenuhi parameter tersebut, pemilik mobil wajib memastikan kesehatan mesin beserta komponen terkait, yakni: 1. Saluran Masuk BBM dan Filter Pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang bakar sehingga angka HC bisa semakin tinggi akibat pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran. 2. Cek Kondisi Koil dan Busi Mesin Bensin Jangan lupa memastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima saat uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah. 3. Pastikan Oli Mesin Bekerja Optimal Mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal saat uji emisi dengan memeriksa sistem pendingin dan pelumas mesin. Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, sekaligus membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan. 4. Sensor Oksigen dan Catalytic Converter Harus Sehat Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara yang lebih bersih. 5. Hindari Memodifikasi Mesin Mobil Tidak kalah penting, biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membuat mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan pertalite di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025). Kementerian ESDM akan membentuk tim untuk memberi kepastian spesifikasi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON 92). 6. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran bisa berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar akibat sisa pembakaran yang tidak sempurna. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang