Irjen Pol. Wibowo yang kini resmi menjadi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengungkapkan ada dua tantangan utama yang memengaruhi keamanan dan keselamatan lalu lintas. Adapun dua tantangan besar yang dimaksud tersebut adalah bonus demografi serta kemajuan teknologi. “Berbicara lalu lintas berarti berbicara tanggung jawab bersama. Karena lalu lintas itu adalah urat nadi kehidupan, lalu lintas itu adalah cerminan budaya sebuah bangsa, lalu lintas itu adalah cerminan modernisasi,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Korlantas Polri, Selasa (7/7/2026). Operasi Zebra 17-30 November 2025. Polda Jateng resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2025, Senin (17/11/2025), untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan mempersiapkan arus Nataru 2025. "Sebuah tantangan besar yang harus kita hadapi. Dua tantangan yang memang akan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas, yang terkait dengan bonus demografi, yang kedua adalah terkait dengan kemajuan teknologi,” lanjutnya. Budaya Tertib Rendah Lebih lanjut, Wibowo menjelaskan kedua tantangan tersebut diperberat oleh persoalan yang sebenarnya sudah cukup lama menjadi masalah mendasar, yakni masih rendahnya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dari banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi, salah satu yang paling dikeluhkan adalah perilaku melawan arus. Petugas Sat Lantas Jakarta Selatan melakukan penertiban dan pembinaan terhadap pengendara yang melawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurutnya, pelanggaran tersebut berpotensi memicu gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Teknologi Berbicara soal persoalan kedua, Wibowo mengatakan perkembangan teknologi dan tingginya mobilitas masyarakat menuntut pelayanan lalu lintas yang semakin modern. Karena itu, pelayanan yang diberikan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan. Kondisi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said dari atas JPO Kuningan pada pukul 18.00 WIB, Jumat (8/5/2026). “Aktivitas masyarakat saat ini juga cukup tinggi, yang membutuhkan sebuah pelayanan yang efektif, efisien, mudah dijangkau, mudah diakses, tapi juga harus aman,” ujar Wibowo. Apresiasi Meski demikian, Wibowo mengapresiasi berbagai program dan capaian yang telah dibangun Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat menjabat sebagai Kakorlantas Polri. Dia menyebut berbagai inovasi tersebut telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kinerja fungsi lalu lintas, termasuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban. “Bagaimana kita mengemas operasional lalu lintas baik secara rutin maupun khusus. Kita bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Kita bisa menurunkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, yang semuanya adalah indikator daripada keberhasilan fungsi lalu lintas,” katanya.