Di tengah riuhnya arena Japan Mobility Show 2025, salah satu model yang menarik perhatian adalah Honda CR-V FCEV, yang tampil begitu anggun namun futuristis. Bisa dibilang inilah wajah Honda di masa depan, yang memadukan teknologi listrik dan hidrogen dalam satu kendaraan SUV berkarakter kuat. Dari jarak dekat, detailnya memukau. Garis bodi tegas khas CR-V tetap dipertahankan, tetapi grille-nya serba tertutup, menandakan jantung baru di balik kapnya bukan mesin bensin, melainkan sistem fuel cell canggih. Honda menghadirkan CR-V FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) sebagai simbol langkah nyata memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan. Mesin pembakaran hidrogen pada Honda CR-V Fuel Cell Electric Vehicle. Tidak hanya mengandalkan listrik baterai seperti EV pada umumnya, tetapi juga sel bahan bakar hidrogen yang menghasilkan listrik lewat reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen. Keunggulannya terasa sangat relevan untuk era mobilitas berkelanjutan: pengisian hidrogen hanya butuh hitungan menit, sementara fungsi plug-in juga tersedia bagi pengguna yang ingin mengisi daya dari colokan listrik rumah. Artinya, mobil ini bisa digunakan layaknya EV biasa untuk perjalanan jarak pendek, namun tetap punya jangkauan panjang berkat tangki hidrogennya. Secara teknis, Honda CR-V FCEV dibekali motor listrik 174 Tk dan torsi puncak 310 Nm, baterai lithium 17,7 kWh, serta tangki hidrogen berkapasitas 4,3 kilogram yang menjanjikan jarak tempuh hingga 600 kilometer, ditambah 60 kilometer ekstra dari mode EV. V FCEV tentu sejalan dengan pidato Toshihiro Mibe, Presiden dan CEO Honda Motor Co., Ltd, yang kerap menyebut visinya sebagai upaya menghadirkan joy and freedom of mobility. Honda CR-V FCEV, tampilan belakang di JMS 2025. “Meskipun lingkungan pasar seputar elektrifikasi masih belum pasti, Honda yakin bahwa, dalam jangka panjang, peralihan ke kendaraan listrik akan terus berlanjut,” ujar Mibe di Tokyo, Rabu (29/10/2025). “Oleh karena itu, Honda terus bersiap untuk menghadirkan model-model kendaraan listrik yang menarik di era elektrifikasi mendatang,” kata dia. Kini, visi itu benar-benar terasa nyata. CR-V FCEV bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang cara baru menikmati kebebasan bergerak tanpa meninggalkan jejak karbon. Untuk saat ini, Honda CR-V FCEV baru dijual di Jepang dan Amerika Serikat, namun melihat antusiasme pengunjung di Tokyo, bukan tidak mungkin model ini suatu saat akan mengaspal lebih jauh, termasuk ke Asia Tenggara. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.