Kia merupakan salah satu produsen otomotif Korea Selatan (Korsel) yang memiliki perjalanan panjang sebelum dikenal sebagai salah satu pemain penting seperti saat ini. Perusahaan ini berdiri pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry dan memulai bisnisnya sebagai produsen komponen logam. Nama Kia resmi digunakan pada 1952, bersamaan dengan pengembangan produk mobilitas awal berupa sepeda. Sebuah dealer mobil KIA di kota Kalamazoo, Michigan, AS yang menjadi salah satu lokasi penembakan yang terjadi pada Sabtu (20/2/2016). Aksi itu menewaskan enam orang dan melukai dua lainnya. Dari fase inilah Kia mulai membangun fondasi industri manufakturnya, jauh sebelum terjun ke segmen kendaraan bermotor roda empat. Langkah penting Kia terjadi pada 1970-an, ketika pabrikan membangun fasilitas produksi otomotif terintegrasi di Sohari, Korea Selatan. Pabrik yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong tersebut menjadi fasilitas otomotif terintegrasi pertama di negara tersebut dan membuka jalan bagi Kia untuk masuk ke industri mobil penumpang. Pada 1974, Kia memperkenalkan Kia Brisa, model yang menandai debut perusahaan di segmen mobil. Sejak itu, Kia secara bertahap memperluas portofolio produknya dan mulai menembus pasar internasional. Ekspansi global Kia semakin terlihat pada akhir 1980-an melalui peluncuran Kia Pride. Model tersebut dipasarkan di berbagai negara dan menjadi salah satu kendaraan yang memperkuat kehadiran Kia di pasar global. Ilustrasi booth Kia dalam sebuah pameran otomotif di Jakarta Memasuki dekade berikutnya, Kia meluncurkan Sportage pada 1993, yang kemudian dikenal sebagai salah satu pionir SUV kompak dengan orientasi penggunaan di kawasan perkotaan. Perubahan besar dalam struktur perusahaan terjadi pada 1997, ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group. Ini menjadi titik penting dalam memperkuat stabilitas bisnis serta pengembangan teknologi dan produk Kia di tingkat global. Transformasi berikutnya berlangsung pada pertengahan 2000-an, seiring diterapkannya strategi Design Management secara menyeluruh. Pendekatan ini menempatkan desain sebagai salah satu pilar utama pengembangan produk, termasuk melalui keterlibatan desainer global yang memperkuat identitas visual Kia di pasar internasional. Seiring waktu, Kia tidak hanya berfokus pada pengembangan kendaraan konvensional tapi juga mulai mengarahkan bisnisnya pada elektrifikasi dan solusi mobilitas berbasis teknologi. Produk Kia EV9 pada BIMS 2024. Sejak 2021, pabrikan memperkenalkan strategi Total Transformation yang mencakup pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak. Pendekatan tersebut mencerminkan perubahan peran Kia dari sekadar produsen kendaraan menjadi penyedia solusi mobilitas yang lebih luas, sejalan dengan dinamika industri otomotif global. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang