Leapmotor B10 resmi meluncur di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadiran SUV listrik ini meramaikan persaingan di segmen C-SUV listrik yang saat ini sudah dihuni sejumlah model, seperti BYD Atto 3, Geely EX5, hingga Aion Y Plus Premium. Selama pameran berlangsung, Leapmotor menyediakan unit B10 untuk dijajal di area test drive. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk merasakan langsung karakter berkendara, kenyamanan, serta teknologi yang ditawarkan SUV listrik lima penumpang ini. Desain Dari sisi eksterior, Leapmotor B10 mengusung desain modern dengan pendekatan minimalis khas kendaraan listrik. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Bagian depan tampil bersih berkat lampu LED tipis yang membentang horizontal, dipadukan bumper berdesain sederhana namun tetap memberikan kesan sporty. Garis tegas pada sisi samping yang membuat tampilannya "aman." Secara keseluruhan, desain B10 lebih mengedepankan kesan elegan dibanding agresif. Masuk ke dalam kabin, nuansa minimalis kembali terasa. Interior didominasi warna gelap dengan desain dasbor yang sederhana dan minim tombol fisik. Sebagian besar fungsi kendaraan dioperasikan melalui layar sentuh HD berukuran 14,6 inci yang menjalankan sistem operasi Leap OS 4.0 berbasis prosesor Qualcomm Snapdragon 8155. Sistem infotainment tersebut sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Selain itu tersedia Persona Panel Dashboard yang memungkinkan pengguna menambahkan aksesori sesuai kebutuhan. Kabin juga dilenngkapi panoramic sunroof berukuran 1,8 meter persegi, serta ambient lighting dengan 64 pilihan warna. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Kesan Berkendara Rute test drive di GIIAS memang tidak terlalu panjang, namun cukup memberikan gambaran karakter dasar Leapmotor B10. Saat mulai melaju, mobil langsung memberikan kesan halus dan stabil. Akselerasi terasa linear dengan respons pedal yang mudah dikendalikan. Layaknya mobil listrik pada umumnya, perpindahan tenaga berlangsung tanpa suara mesin maupun getaran sehingga kabin terasa lebih nyaman. Mode one-pedal driving juga bekerja dengan baik. Tingkat regeneratif dapat disesuaikan sehingga pengemudi tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi, terutama saat melaju di kondisi lalu lintas yang padat. Suspensinya mampu meredam sambungan jalan dan polisi tidur yang tidak rata dengan cukup baik. Sementara itu, peredaman kabin juga terasa optimal sehingga suara dari luar tidak banyak masuk ke dalam. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Meski lintasan pengujian terbatas, B10 memberikan kesan pengendalian yang cukup meyakinkan. Setir terasa ringan saat bermanuver di kecepatan rendah, namun tetap memiliki bobot yang cukup ketika kecepatan meningkat. Karakter tersebut didukung konfigurasi rear-wheel drive dengan distribusi bobot mendekati 50:50. Selain itu, penggunaan ban belakang yang lebih lebar (staggered wheels) membantu menjaga stabilitas ketika kendaraan diajak berbelok. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Leapmotor juga mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0, yakni baterai yang terintegrasi langsung dengan struktur sasis. Selain meningkatkan kekakuan bodi, teknologi ini juga membuat pusat gravitasi lebih rendah sehingga berkontribusi terhadap stabilitas kendaraan sekaligus memberikan ruang kabin yang lebih lega. Dengan dimensi panjang 4.515 mm dan wheelbase 2.735 mm, ruang kabin terasa cukup lapang untuk lima penumpang dewasa. Mobil ini juga menyediakan 22 ruang penyimpanan, sistem audio 12 speaker, serta bagasi berkapasitas 430 liter yang dapat diperluas hingga 1.700 liter ketika kursi belakang dilipat. Leapmotor B10 debut di GIIAS 2026. Fitur Keselamatan Dari sisi keselamatan, Leapmotor B10 telah mengantongi peringkat lima bintang Euro NCAP. SUV listrik ini dibekali tujuh airbag serta 16 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Beberapa fitur yang tersedia antara lain Autonomous Emergency Braking (AEB), Blind Spot Monitoring (BSM), Lane Departure Warning (LDW), hingga kamera 360 derajat. Leapmotor B10 dibekali baterai yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Untuk pengisian cepat, baterai dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 17 menit, sehingga memberikan kemudahan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.