Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan jadi sorotan gara-gara ucapannya yang siap mencium lutut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) jika bisa membangun jalan di Kalbar bermodalkan APBD Rp 6 triliun. Bicara otomotif, ini isi garasi Krisantus.Mengutip laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Krisantus memiliki total kekayaan senilai Rp 3.863.000.000. Harta itu dilaporkan pada 30 Maret 2025/Khusus - Awal Menjabat dengan status sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.Dari total harta kekayaan tersebut, sekitar Rp 1.200.000.000 berbentuk tanah dan bangunan. Kemudian kas dan setara kas, nilainya Rp 1.700.000.000. Dan harta berupa alat transportasi dan mesin sebesar Rp 963.000.000, dengan rincian sebagai berikut: 1. Mobil, Toyota Yaris 1.5 S M/T tahun 2015, hasil sendiri Rp 85.000.0002. Mobil, Ford Ecosport 1.5L MT-Trend tahun 2014, hasil sendiri Rp 110.000.0003. Motor, Honda Vario tahun 2016, hasil sendiri Rp 18.000.0004. Mobil, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4A tahun 2015, hasil sendiri Rp 650.000.0005. Mobil, Nissan Terrano/K3 Kingroad 2.4l tahun 2006, hasil sendiri Rp 100.000.000.Sebagai informasi, Krisantus dibuat dongkol dengan ucapan warga di Sepauk, Kabupaten Sintang, yang membandingkan kondisi jalan di Jawa Barat. Saking kesalnya, dia bilang akan mencium lutut KDM jika bisa membangun jalan Kalbar dengan anggaran yang ada."Silahkan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," terang Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026), dikutip dari detikKalimantan.Ucapan itu disampaikan Krisantus di hadapan pejabat dan tamu acara Musrenbang, menanggapi perbandingan kondisi jalan rusak di Kalbar dengan Jawa Barat. Krisantus mengaku melihat langsung video keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang yang ramai di TikTok. Dalam video tersebut, kondisi jalan di Kalbar dibandingkan dengan infrastruktur di Jawa Barat."Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sapauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," beber Krisantus.Ia menegaskan perbandingan tersebut tidak adil, mengingat perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran yang jauh berbeda. Menurutnya, Jabar punya luas sekitar 43 ribu km persegi dengan APBD mencapai Rp 31 triliun. Sementara Kalbar memiliki wilayah sekitar 171 ribu km persegi, namun hanya ditopang APBD Rp 6 triliun lebih."Dalam video itu, ada yang (ingin) pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, ku cium lututnya," tegasnya.Menurut Krisantus, semakin luas wilayah maka semakin besar pula biaya pembangunan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah daerah."Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham. Itu sebenarnya yang terjadi," tambahnya.Meski begitu, ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Penanganan jalan rusak di wilayah Sintang, termasuk di Bedayan, disebut sudah mulai dilakukan.Ia mengungkapkan, pemerintah kabupaten telah menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk melakukan perbaikan di ruas yang viral tersebut."Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam," tegasnya.Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan ramai diperbincangkan usai video yang diunggah seorang warga bernama Elisabet viral di media sosial. Dalam video itu, ia bahkan meminta perhatian Gubernur Kalbar Ria Norsan dan menyebut nama Dedi Mulyadi."Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami," ucapnya dalam video tersebut.Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi publik, termasuk dari anak-anak di wilayah tersebut yang turut menyuarakan kondisi jalan di daerah mereka.