Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai, Djaka Budi Utama muncul di surat dakwaan perkara suap terkait kepabeanan. Menilik hartanya, berikut ini isi garasi Djaka Budi Utama.Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia terakhir kali menyampaikan hartanya pada 26 Februari 2026. Total kekayaannya mencapai Rp 5.702.745.810 (Rp 5,7 miliaran).Rincian hartanya sebagian besar merupakan aset tanah dan bangunan sebesar Rp 3.888.760.000 (Rp 3,8 miliaran), kas dan setara kas Rp 1.191.785.810 (Rp 1,1 miliaran), harta lainnya Rp 442.200.000 (Rp 442 jutaan). Khusus isi garasinya, Djaka Budi Utama tercatat hanya mendaftarkan satu kendaraan bermotor, yakni Toyota Innova lansiran 2021. Perolehan atas hasil sendiri, nilainya Rp 250 juta.Diberitakan detikNews sebelumnya, Bermula dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/5/2026), jaksa KPK mendakwa 3 orang yaitu:1. John Field selaku Pimpinan Blueray Cargo (Grup)2. Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo (Grup)3. Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup).Ketiganya didakwa memberikan suap kepada:1. Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai periode September 2024 sampai Januari 20262. Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai3. Orlando Hamonangan Sianipar selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea CukaiSuap diberikan agar barang impor milik Blueray Cargo (Grup) lebih cepat keluar dari proses pengawasan di bagian Kepabeanan Ditjen Bea Cukai. Dalam surat dakwaan disebutkan suap yang diberikan sejumlah Rp 61.301.939.000 dalam bentuk SGD atau dolar Singapura dan pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.845.000.000.Dalam persidangan itu, jaksa mengatakan bahwa awalnya pada Mei 2025, John Field bertemu dan berkenalan dengan Rizal di salah satu restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelahnya pada Juni 2025, Rizal memperkenalkan John Field ke Sisprian dan Orlando di kantor pusat Ditjen Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur. Baru setelahnya pertemuan dengan Djaka Budi Utama.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi terkait nama Djaka Budhi Utama yang muncul dalam dakwaan kasus korupsi suap importasi barang. Bendahara Negara itu bilang pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlangsung."Ya kita lihat saja nanti. Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).