Kebijakan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 5 juta belum diterapkan. Pemerintah masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebenarnya sudah siap menjalankan kebijakan insentif tersebut. Namun, kementerian teknis masih harus menunggu aturan dari Kemenkeu agar dapat melakukan penyesuaian sebelum program dijalankan. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026). "Kita tunggu PMK-nya ya. Tunggu PMK-nya. Ya kamu tahu PMK di mana kan. Tanya aja ke yang jabatnya," kata Agus dilansir dari Kompas.com, Senin (17/8/2026). Menurut Agus, setelah PMK diterbitkan, Kemenperin akan melakukan penyesuaian terhadap mekanisme pelaksanaan insentif motor listrik. "Kita sudah siap, Kementerian Perindustrian sebagai kementerian teknis sudah siap. Kita tunggu PMK-nya saja. Once PMK-nya selesai, baru kita sesuaikan," ucap dia. Exotic Sprinter AT jadi motor listrik termurah di GIIAS dengan banderol Rp 9,9 juta. Skema Insentif Masih Dimatangkan Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa pemerintah masih mematangkan skema insentif motor listrik. Meski demikian, pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran untuk menjalankan program tersebut. "Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, dikutip Antara, Jumat. Presiden RI Prabowo Subianto meninjau fasilitas produksi Molinas di PT ALVA serta pameran sejumlah motor listrik buatan dalam negeri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) Airlangga mengatakan, pemberian insentif nantinya akan diselaraskan dengan ekosistem motor listrik yang telah dibangun pemerintah. Salah satu aspek yang akan diperhatikan adalah baterai yang digunakan pada kendaraan listrik tersebut. "Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga. Motor listrik Sunra 1 Juta Motor Listrik Rencana pemberian insentif tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat. Prabowo mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia. "Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," kata Prabowo. Komparasi motor listrik VinFast Viper dan Honda Icon e: