Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan mendorong penggunaan kendaraan listrik secara besar-besaran. Hal ini sebagaimana yang diucapkan saat pidato di acara Japan - Indonesia Business Forum, di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Hal ini turut menyita perhatian, sebab akan ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Bahkan berdampak kepada masyarakat itu sendiri. Yannes Martinus Pasaribu Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, tantangan yang paling sensitif justru ada di level sosial. "Terutama jika melihat potensi transisi ratusan juta sepeda motor bensin ke listrik. EV memiliki komponen bergerak yang jauh lebih sedikit, sehingga kebutuhan servis rutin seperti oli, busi, dan filter akan turun drastis," katanya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). keunggulan yang ditawarkan oleh kendaraan listrik, Yannes menjelaskan bila akan menimbulkan dampak. Yakni jutaan pelaku ekonomi informal seperti bengkel kecil, mekanik tradisional, hingga distributor suku cadang kendaraan ICE konvensional berisiko kehilangan mata pencarian. Motor listrik TAILG dipamerkan di Indonesia dalam Grand Launching & Dealer Recruitment Summit. Selain itu, tidak semua pulau di Indonesia saat ini memiliki infrastruktur yang sama seperti di Pulau Jawa. "Belum lagi ditambah dengan ketimpangan infrastruktur charging di luar Jawa bisa memperlebar kesenjangan akses, sehingga jika tidak dikelola dengan hati-hati, transisi ini bisa memicu resistensi sosial dan ketidakstabilan ekonomi di level bawah," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang