PT Chery Sales Indonesia mencatat, di luar Pulau Jawa, model andalannya, Tiggo Cross CSH, menjadi primadona dan menyumbang sebagian besar penjualan merek asal Tiongkok ini. Data internal menunjukkan, penjualan di kota-kota tier-2 dan tier-3 sebagian besar berasal dari model ini. Menurut Agustian Ferikles, Great Regional Manager PT Chery Sales Indonesia, kontribusi penjualan non-BEV kini meningkat hingga 80 persen. “Di pasar non-Jawa, kontribusi penjualan non-BEV mencapai 80 persen. Tiggo Cross CSH menjadi penyumbang terbesar dan mencerminkan strategi kami untuk memperluas penetrasi di kota-kota tersebut,” ujarnya di Tangerang, Senin (5/1/2026). Kehadiran Tiggo Cross CSH dianggap tepat sasaran untuk pasar yang membutuhkan kendaraan serba guna dan terjangkau. Keberhasilan Tiggo Cross CSH di pasar non-Jawa menjadi refleksi strategi Chery 2026, yang ingin memperkuat ekspansi ke kota-kota kecil dan menengah. Kabin Tiggo Cross CSH Model ini membantu merek tersebut bersaing dengan brand mapan Jepang atau Korea Selatan dan menjangkau pelanggan yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain memperluas jangkauan, tren ini menunjukkan bahwa Chery mampu menyesuaikan produk dengan preferensi lokal. Sementara BEV sempat mendominasi penjualan sebelumnya, kini konsumen di kota-kota non-Jawa lebih memilih Tiggo Cross CSH dan model non-BEV lainnya. Dengan posisi ini, Chery berharap Tiggo Cross CSH tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga memperkuat kehadiran merek di pasar yang tengah berkembang di luar Pulau Jawa. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang