Harga murah menjadi pertimbagan utama PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 pickup dari India. Segini harga pickup India tersebut.PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mendatangkan 105.000 unit pickup dari India untuk digunakan Koperasi Merah Putih. Ada tiga alasan utama Agrinas lebih memilih untuk impor pickup dari India. Salah satunya, adalah harga yang kompetitif. Menurut Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mobil pickup yang diimpor memiliki spesifikasi yang kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ia mengklaim harga unit yang didatangkan sekitar setengah dari harga kompetitor di pasar saat ini. "Ke depannya orang beli mobil itu ada fair price. Money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu, karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," kata Joao dikutip detikFinance.Untuk diketahui, pickup yang bakal diimpor memiliki spesifikasi penggerak roda 4x4. Di Indonesia, ada beberapa opsi pickup dengan penggerak 4x4 seperti Toyota Hilux hingga Mitsubishi Triton. Soal harga, Toyota Hilux 4x4 paling rendah ditawarkan dengan banderol Rp 456,3 juta sampai yang termahal Rp 545,9 juta. Semuanya berjenis double cabin.Selanjutnya untuk Mitsubishi Triton 4x4 harganya termurah mulai Rp 380 jutaan hingga Rp 550 jutaan. Bagaimana dengan harga pickup India? Di Indonesia, pickup Scorpio sebenarnya sudah dijual melalui RMA Group Indonesia. Pickup ini dijual perdana di Tanah Air pada tahun 2019. Dikutip laman resmi Mahindra Indonesia, pickup Scorpio hadir dalam dua varian yaitu Single Cabin dan Double Cabin. Scorpio Single Cabin dibanderol Rp 278 juta dan Scorpio Double Cabin harganya Rp 318 juta. Di situ juga tertulis bahwa double cabin itu siap menantang dari pabrikan Jepang.Sementara Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 didatangkan secara utuh langsung dari India. Menyoal harga, tak diketahui dengan pasti. Sebab, di laman resmi Tata Motors Indonesia tak ada kedua model tersebut. Di Indonesia, Tata hanya menjual Intra V20 & V20AC, Prima 2530.K. Kalau di India, harganya sekitar Rp 300 jutaan.Di sisi lain, impor 105.000 unit pikap dari India itu menuai sorotan. Sebab, banyak produsen di Indonesia yang bisa memproduksi pikap disertai penggunaan komponen lokal. Terlebih menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Indonesia punya kapasitas produksi kendaraan pikap hingga 1 juta unit per tahun yang belum terutilisasi secara penuh. Ini tentunya bisa dimanfaatkan dan memberi dampak positif buat perekonomian dalam negeri ketimbang impor ratusan ribu unit."Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dalam siaran pers yang diterima detikOto.