V hingga saat ini masih menjadi salah satu pilihan konsumen di Indonesia yang ingin mencari mobil Low SUV 7-seater. Punya desain SUV yang gagah, BR-V kerap digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun harian. Bahkan karena tingginya peminat, saat ini Honda BR-V di Indonesia sudah memasuki generasi kedua. Untuk generasi pertama hadir pertama kali di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, sementara untuk generasi kedua diperkenalkan pada September 2021 silam. Lantas, bagaimana pengalaman para pemilik BR-V generasi pertama setelah menggunakan mobil tersebut selama beberapa tahun? Marwan Handoko adalah salah satu pemilik BR-V generasi pertama yang hingga saat ini masih setia menggunakan mobil tersebut. "Saya menggunakan BR-V sejak 2018. Saat itu memutuskan beli mobil ini karena desain yang sporty, ground clearance yang tinggi, dan fun to drive," katanya kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). Pria yang berdomisili di Kota Tangerang, Banten, itu mengatakan, saat ini mobil bisa dikatakan bukanlah kendaraan sibuk. Sebab hanya digunakan sesekali saja seperti untuk keperluan keluarga atau acara tertentu. Namun, mobil ini tetap tangguh untuk perjalanan jauh ke luar kota, misalnya untuk keperluan mudik. Maka dari itu, mobil ini kerap digunakan untuk perjalanan dari Tangerang ke Padang, Sumatera Barat, atau sebaliknya. Performanya tidak berubah meski sudah hampir delapan tahun penggunaan. "Bukan mobil sibuk yang digunakan setiap hari," katanya. Honda BR-V di IIMS 2018. Kemudian, yang paling Marwan suka dari mobil ini adalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari BR-V irit. Meski tidak punya hitungan yang pasti karena pemakaiannya tidak menentu, namun dirinya menegaskan bahwa biaya mobil ini cukup irit. "Kalau pengeluaran per bulan tidak pernah dihitung, tapi rata-rata konsumsi BBM 1:15. Cukup irit untuk mobil 1500cc," katanya. Untuk performa, menurut Marwan, BR-V punya tenaga yang besar untuk akselerasi, dan minin gejala limbung. Maka dari itu, merasa sangat nyaman dan menyenangkan saat mengendarai mobil ini. Namun, menurutnya, mobil ini juga punya kekurangan, yakni suspensi yang agak keras jika dibandingkan dengan mobil sekelasnya. "Kemudian, posisi mengemudi nyaman dan ergonomis walaupun belum dilengkapi system telescopic dan jok yang belum bisa naik turun. Namun tapi pas untuk postur saya dengan tinggi 175 cm," tambah Marwan. Terkait fitur, menurut Marwan, mobil ini tidak punya fitur yang spesial. Sebab di tahun 2018 saat itu, mobil sekelasnya juga belum banyak fitur yang ditawarkan jika dibandingkan dengan mobil-mobil keluaran baru saat ini. Pada tahun tersebut, mobil dengan kamera mundur, spion electric, sensor parking sudah menjadi nilai plus. Meski begitu, mobil ini sangat memenuhi kebutuhannya. Sementara itu, untuk biaya perbaikan menurutnya tergantung kerusakan yang dialami. "Tergantung periode servisnya karena setiap periode biaya servisnya berbeda-beda. Untuk perbaikan pernah ganti boot drive shaft yang bocor. Ini memang jadi penyakit BR-V keluaran lama. Keluhannya getar pada kecepatan tinggi," katanya. Meski begitu, Marwan mengatakan saat itu mendapatkan keberuntungan karena dapat info bengkel tepercaya dari grup komunitasnya. Sehingga biaya perbaikan mobilnya tidak terlalu menguras kantong. Sebab suku cadang yang diganti tidak banyak. "Beda jika ganti di bengkel resmi yang pergantian part-nya harus satu set," katanya. Sementara itu, untuk pajak tahunan yang dirinya siapkan untuk mobilnya ini adalah Rp 3.600.000. Nominal sesuai dengan pajak kendaraannya yang terdaftar di Kota Tangerang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang