Selain performa dan tampilan, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu aspek penting yang kerap dipertimbangkan konsumen sebelum memboyong sepeda motor bermesin 400 cc. Apalagi jika sepeda motor tersebut difungsikan sebagai kendaraan harian. Untuk membuktikannya, jurnalis Kompas.com melakukan pengujian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada Triumph Speed 400 dalam penggunaan harian melintasi rute perkotaan dan antarkota dari Jakarta menuju Bogor. Metode Pengujian Rute Kombinasi Jakarta-Bogor Pengujian dilakukan menggunakan metode full-to-full. Pengisian awal bahan bakar menggunakan BBM jenis Pertamax Green 95 dilakukan hingga penuh di bibir tangki, kemudian motor diajak menjelajah jalanan perkotaan hingga luar kota. Kondisi jalanan yang ditempuh terbilang beragam, mulai dari kelancaran lalu lintas di jalur utama antarkota hingga beberapa kali terjebak kemacetan khas area perkotaan. Gaya berkendara yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi riil harian, yakni kombinasi. Sesekali gas dipuntir cukup agresif saat menemui jalanan senggang untuk merasakan hembusan tenaganya, dan selebihnya berkendara secara santai mengikuti irama arus lalu lintas. Hasil Pengetesan Full to Full Setelah diajak berkeliling melintasi rute Jakarta–Bogor dan sebaliknya, odometer mencatat jarak tempuh pengetesan sejauh 104,4 km. Sepeda motor kemudian diarahkan kembali ke SPBU untuk diisi penuh lagi menggunakan Pertamax Green 95. Triumph Speed 400 Berdasarkan pengisian ulang tersebut, tangki Triumph Speed 400 hanya menampung bahan bakar sebanyak 2,38 liter. Jika kalkulasi jarak tempuh 104,4 km dibagi dengan jumlah BBM 2,38 liter, maka diperoleh angka konsumsi bahan bakar sebesar 43,8 km per liter (atau sekitar 43–44 km/liter). Sangat Irit untuk Motor 400 cc Capaian 43,8 km per liter tentu menjadi angka yang impresif. Untuk sebuah roadster bermesin 398 cc silinder tunggal bertenaga 40 TK dan torsi 37,5 Nm, efisiensi bahan bakar yang dihasilkan menggunakan bahan bakar beroktan 95 ini tergolong sangat hemat. Manajemen pasokan bahan bakar berbasis Ride-by-Wire serta rasio transmisi 6-percepatan yang pas terbukti mampu mengoptimalkan proses pembakaran. Hasilnya, Triumph Speed 400 sanggup menyajikan kompromi yang ciamik, tenaga mesin yang tetap mumpuni saat dibutuhkan, namun tidak boros bahan bakar saat diajak beraktivitas harian.