Daihatsu Gran Max baru edisi 2022 Segmen kendaraan komersial ringan memperlihatkan pergerakan yang berbeda dibanding pasar mobil penumpang yang masih menghadapi tantangan pemulihan. Permintaan terhadap Daihatsu Gran Max justru menunjukkan tren positif, didorong meningkatnya aktivitas logistik, proyek infrastruktur, serta belanja pemerintah melalui program MBG. Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengungkapkan bahwa proyek MBG memang memberikan efek terhadap penjualan Gran Max. Meski demikian, besaran kontribusi program tersebut tidak dapat dihitung secara pasti karena karakter pembeliannya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Kalau terdampak iya. Tetapi kalau berapa besar rasanya memang tidak bisa sampai ke sana,” ujarnya belum lama ini, dikutip VIVA Otomotif Kamis 19 Februari 2026.Ia menambahkan bahwa pola pembelian kendaraan niaga ringan umumnya tidak langsung terhubung dengan proyek tertentu dalam pencatatan perusahaan.Tri menjelaskan, mayoritas konsumen membeli unit menggunakan identitas pribadi, bukan institusi atau badan usaha. Setelah unit diterima, kendaraan biasanya dimodifikasi menjadi box, kendaraan logistik, atau disesuaikan dengan kebutuhan operasional lainnya.“Di kami kebanyakan penggunaannya adalah dengan mobil tipe Gran Max pick up ataupun Gran Max van. Umumnya masih menggunakan nama pribadi sehingga kami tidak bisa mengidentifikasi apakah ini digunakan untuk proyek tertentu,” katanya.Kondisi ini membuat pelacakan penggunaan akhir kendaraan menjadi cukup kompleks di level distribusi.Selain dorongan dari proyek pemerintah, pertumbuhan penjualan Gran Max juga berasal dari sektor logistik yang berkembang pesat seiring ekspansi e-commerce. Kebutuhan pengiriman barang hingga ke wilayah dengan akses jalan terbatas membuat kendaraan angkut berukuran ringkas semakin dibutuhkan.Gran Max dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut berkat dimensi yang kompak, fleksibilitas konfigurasi, serta biaya operasional yang relatif efisien. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada perusahaan logistik besar, tetapi juga pelaku usaha menengah, UMKM, hingga kontraktor proyek lapangan.Tingginya permintaan bahkan membuat beberapa varian Gran Max masih mengalami masa tunggu pengiriman. Hal ini memperlihatkan bahwa kendaraan niaga ringan tetap menjadi alat produksi utama bagi banyak sektor usaha di tengah dinamika ekonomi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan berbagai varian Daihatsu Gran Max secara wholesales atau dari pabrik ke diler sepanjang 2025 mencapai sekitar 7.060 unit. Kontributor terbesar berasal dari Gran Max Pick-Up 1.5 STD AC PS sebanyak 4.123 unit, disusul Gran Max Blind Van 1.3 AC dengan 1.727 unit.Varian lain yang turut menyumbang penjualan antara lain Gran Max PU 1.3 STD sebanyak 380 unit, Gran Max PU 1.5 STD 331 unit, serta Gran Max MB 1.3 dan MB 1.5 dengan total ratusan unit. Sementara tipe khusus seperti 30WAY, deckless, dan gateless mencatat volume lebih kecil namun tetap menunjukkan keragaman kebutuhan pengguna.