Panggung pameran otomotif komersial Giicomvec 2026 menjadi momen kembalinya Foton eView dengan wajah dan segmentasi yang baru. Jika pada gelaran serupa di tahun 2024 Foton membawa eView dalam format minibus penumpang, kali ini pabrikan asal China tersebut memboyong generasi terbaru bertajuk eView Connect dalam versi blind van. Kehadiran eView Connect versi kargo ini menandakan keseriusan Foton dalam menggarap pasar kendaraan listrik (EV) di sektor niaga. Apalagi, model ini sudah mengusung platform generasi terbaru yang lebih segar dan fungsional dibandingkan pendahulunya. Foton eView Edi Napis, COO PT Indomobil Global Transportasi (Foton Indonesia), menjelaskan bahwa penambahan varian ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar eView di tanah air. "eView itu sudah ada saudaranya sekarang, blind van. Jadi kenapa eView Connect, dia satu gen (generasi), versinya sudah new model. Nanti ada yang blind van dan juga passenger (minibus)," ujar Edi saat ditemui di Giicomvec 2026, Rabu (8/4/2026). Menurut Edi, potensi pasar blind van di Indonesia sangat menggiurkan, terutama dengan menjamurnya bisnis distribusi dan logistik di area perkotaan. Foton eView Connect, blind van baru yang dibawa Foton Indonesia "Blind van itu FMCG masuk, kargo, distribusi, logistik masuk semua buat yang last mile, perkotaan. Blind van itu market setahun sekitar 10.000 unit, itu besar. Jadi kita ingin masuk ke sana," katanya. Secara teknis, Foton eView Connect memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni untuk bertarung di kelasnya. Dimensi panjangnya 4.895 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.960 mm dengan jarak sumbu roda 3.100 mm. Sebagai mobil kargo, daya tampungnya menjadi nilai jual utama dengan volume ruang kargo mencapai 7,2 meter kubik dan dimensi kargo sebesar 2.800 x 1.760 x 1.450 mm. Foton eView Connect, blind van baru yang dibawa Foton Indonesia Urusan performa, eView Connect dibekali baterai dari CATL berkapasitas 50,23 kWh yang sudah dilengkapi sistem pendingin cairan. Kombinasi ini mampu menyuplai tenaga ke motor listrik dengan peak power sebesar 115 kW atau setara 155 TK dan torsi puncak 245 Nm. Berdasarkan pengujian WLTC, mobil ini diklaim sanggup menempuh jarak hingga 260 km dalam sekali pengisian daya penuh melalui port pengisian standar CCS2 atau GB. Tak hanya soal kapasitas angkut, sisi keselamatan pun diperhatikan dengan penyematan fitur Intelligent Assist. Mulai dari Electronic Stability Control (ESC), Forward Collision Warning (FCW), hingga Full Speed Adaptive Cruise Control (ACC). Meski spesifikasi teknis sudah dipaparkan secara gamblang, pihak Foton Indonesia masih menutup rapat informasi mengenai jadwal peluncuran resmi maupun banderol harganya. "Masih belum tahu (kapan resmi dijual). Baru spesifikasi saja. Soal harga masih perlu gocekan lebih dalam," kata Edi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang