Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat kinerja ekspor mobil dari dalam negeri mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang periode Januari-Desember 2025, di tengah dinamika pasar nasional. Secara perinci ekspor mobil utuh buatan lokal atau completely built–up (CBU) berhasil mencapai angka 518.212 unit, naik 9,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya alias year-on-year (yoy). Dari jumlah tersebut, Toyota kembali jadi kontributor utama dengan dominasi 33,9 persen alias 175.446 unit. Kemudian diikuti Daihatsu sebanyak 124.848 unit (24,1 persen) dan Mitsubishi Motors 105.079 unit (20,3 persen). Ekspor mobil Toyota Sementara pertumbuhan ekspor kendaraan roda empat atau lebih secara terurai, completely knocked down (CKD), lebih signifikan yaitu 36,6 persen dari 46.311 set unit menjadi 63.263 set unit. Terdapat empat merek otomotif yang jadi penyumbang kenaikan itu, mencakup Mitsubishi Motors sebanyak 48.157 set unit (76,1 persen). Kemudian ada Hyundai (8.522 set unit), Suzuki (5.852 set unit), dan Wuling (732 set unit). Kendati demikian, ekspor komponen otomotif sepanjang 2025 mengalami perlambatan 7,3 persen dari tahun lalu, yakni dari 153.075.695 pis jadi 141.912.643 pis. Dalam segmen ini, Toyota kembali mendominasi dengan penguasaan 91,2 persen yaitu 127.952.081 pis. Berada di bawahnya, ada Honda sebanyak 12.891.950 pis dan diikuti Hino (978.412 pis), Hyundai (68.408 pis), dan Suzuki (21.792 pis). Ilustrasi ekspor mobil. Berikut rapor ekspor mobil di Indonesia 2025: Ekspor secara CBU 1. Toyota: 175.446 unit2. Daihatsu: 124.848 unit3. Mitsubishi Motors: 105.079 unit4. Hyundai: 54.175 unit5. Suzuki: 30.636 unit6. Honda: 17.126 unit7. Isuzu: 8.000 unit8. Wuling: 1.679 unit9. Chery: 745 unit10. Hino: 434 unit11. DFSK: 44 unit Ekspor secara CKD 1. Mitsubishi Motors: 48.157 set unit2. Hyundai: 8.522 set unit3. Suzuki: 5.852 set unit4. Wuling: 732 set unit 1. Toyota: 127.952.081 pis2. Honda: 12.891.950 pis3. Hino: 978.412 pis4. Hyundai: 68.408 pis5. Suzuki: 21.792 pis Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang