Pembekalan driver kiriman Lonjakan aktivitas pengiriman pada periode Natal dan Tahun Baru membuat tuntutan terhadap pengemudi logistik semakin tinggi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, platform logistik berbasis aplikasi kembali menggelar pelatihan pengembangan kompetensi melalui Lalamove Driver Academy yang berfokus pada keselamatan kerja, literasi digital, serta penguatan kemampuan kewirausahaan agar para mitra dapat bekerja lebih aman, produktif, dan berkelanjutan. Masa libur akhir tahun menjadi periode paling sibuk bagi sektor distribusi barang. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, terdapat lebih dari 225 juta pergerakan masyarakat selama momen Nataru 2024–2025, yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan pengiriman.Pada saat yang sama, data IRSMS Korlantas Polri mencatat 3.434 kecelakaan lalu lintas sepanjang periode tersebut. Situasi ini menjadi latar belakang bagi penyelenggara akademi untuk memperkuat kesiapan pengemudi di lapangan melalui pengetahuan keselamatan berkendara serta pengelolaan pekerjaan secara mandiri. Melalui pelatihan ini, para mitra tidak hanya dibekali teknik berkendara defensif dan cara mengantisipasi risiko perjalanan di puncak mobilitas akhir tahun, tetapi juga mengenali aspek pengelolaan keuangan dan potensi kewirausahaan dalam menjalankan profesinya.Pendekatan tersebut mendorong perubahan peran pengemudi dari sekadar kurir menjadi pelaku usaha independen yang memiliki kompetensi komprehensif dalam sektor logistik modern. Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan mitra menjadi fondasi keberlanjutan operasional platform pengiriman. “Kami ingin memastikan mitra tidak hanya dapat bekerja secara optimal, tetapi juga bekerja dengan aman. Melalui Lalamove Driver Academy, kami terus meningkatkan edukasi kepada mitra mengenai keselamatan berkendara, literasi digital, hingga kewirausahaan agar mitra dapat tumbuh bersama baik secara profesional maupun secara ekonomi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat 5 Desember 2025. Tahun ini, penyelenggara program bekerja sama dengan Korlantas Polri dan BPJS Ketenagakerjaan. Perwakilan Korlantas Polri memberikan materi terkait antisipasi kecelakaan pada puncak mobilitas musim liburan, termasuk kewaspadaan terhadap kelelahan, blind spot, dan kelebihan muatan untuk kendaraan dua roda maupun empat roda.Sementara BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan pentingnya jaminan sosial bagi pekerja sektor transportasi online, mengingat dari sekitar dua juta pengemudi online di Indonesia baru sekitar 15 persen yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.Kegiatan pelatihan diikuti oleh 100 mitra pengemudi, terdiri dari 50 pengemudi roda dua dan 50 pengemudi roda empat, dengan prioritas peserta yang memiliki tingkat aktivitas tinggi dan belum terlindungi jaminan sosial. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya profesionalisme dan keamanan kerja di industri pengiriman berbasis aplikasi.Lewat keberlanjutan program edukasi ini, platform logistik menargetkan terciptanya ekosistem pengiriman yang lebih aman, profesional, dan berorientasi jangka panjang. Dengan peningkatan kemampuan dan kesiapan kerja, para pengemudi diharapkan tidak hanya mampu memenuhi lonjakan permintaan di musim liburan, namun juga memiliki daya saing dan kestabilan ekonomi dalam perkembangan industri logistik nasional.