Menjalani musim balap yang padat di ajang Moto2 membuat pebalap Honda Team Asia, Mario Suryo Aji, harus menjaga kondisi fisik dan mentalnya tetap prima. Mario Aji yang saat ini masih tahap pemulihan usai menjalani operasi tulang lehek C7 tetap menyempatkan diri untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga saat tidak berada di lintasan. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut mengatakan, waktunya di luar balapan sebagian besar tetap diisi dengan kegiatan yang berkaitan dengan olahraga. Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk menjaga konsistensi performa selama menjalani kompetisi yang berlangsung hampir sepanjang tahun. Mario Aji. "Engga jauh dari sport seperti lari, bersepeda dan akhir-akhir ini saya mencoba pilates," kata Mario Aji kepada Kompas.com, di Jakarta belum lama ini. Lari dan bersepeda memang menjadi dua jenis latihan yang cukup umum dilakukan pebalap motor. Kedua olahraga tersebut dapat membantu meningkatkan daya tahan kardiovaskular, menjaga kebugaran tubuh, serta memperkuat otot-otot yang dibutuhkan saat mengendalikan motor balap. Menariknya, Mario mengaku belakangan mulai mencoba pilates, olahraga yang identik dengan latihan fleksibilitas, keseimbangan, dan penguatan otot inti tubuh. Meski sering dianggap sebagai olahraga yang lebih populer di kalangan perempuan, Mario justru merasakan tantangan tersendiri saat menjalaninya. Pebalap Idemitsu Honda Team Asia asal Indonesia, Mario Aji, beraksi dalam sesi practice Moto2 Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo di Santiago del Estero, Argentina pada 14 Maret 2025. (Photo by Luis ROBAYO / AFP) "Mencoba olahraga baru sih, karena banyak yang bilang laki-laki bakal kesusahan di olahraga pilates dan memang benar," kata Mario Aji. Fleksibilitas Bagi seorang pebalap, fleksibilitas tubuh dan kekuatan otot inti memiliki peran yang sangat penting. Saat memacu motor di lintasan, pebalap harus mampu menjaga keseimbangan, mengatur posisi tubuh ketika menikung, serta menahan gaya gravitasi dan tekanan fisik yang muncul selama balapan. Karena itu, latihan seperti pilates dapat menjadi pelengkap yang bermanfaat di samping latihan kardio dan penguatan otot konvensional. Latihan ini membantu meningkatkan kontrol tubuh, koordinasi gerakan, serta postur yang lebih baik. Konsep Padelates yaitu kombinasi antara pilates dan padel yang pertama kali digelar di Uno Padel Royal Residence Surabaya, Jawa Timur. Sejarah Pilates sendiri merupakan metode latihan fisik yang dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20. Awalnya, metode ini digunakan untuk membantu proses rehabilitasi dan meningkatkan kebugaran para penari serta atlet. Seiring waktu, pilates berkembang menjadi salah satu jenis olahraga yang populer di berbagai negara. Fokus utama pilates adalah memperkuat otot inti tubuh atau core muscles, meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, kontrol gerakan, dan kesadaran terhadap postur tubuh. Pilates banyak dilakukan karena dapat membantu mengurangi risiko cedera, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan mobilitas sendi, serta mendukung kesehatan fisik secara keseluruhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang