Tiga kali juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, menilai Francesco Bagnaia perlu mencari bantuan dari psikolog olahraga untuk keluar dari masa sulit yang dialaminya pada musim 2025. Menurut Lorenzo, salah satu cara paling realistis untuk mengembalikan performa Bagnaia setelah musim yang buruk adalah bantuan psikolog olahraga, hal yang juga pernah ia lakukan saat masih balapan. “Bagnaia berada dalam posisi yang ideal di Ducati: dua kali juara dunia, orang Italia, motor Italia, status nomor satu,” ujar Lorenzo dilansir Crash, Rabu (10/12/2025). Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025 “Lalu Marquez datang dan langsung lebih cepat. Itu membuatmu gugup, kehilangan kepercayaan diri, mulai banyak ragu, dan kehilangan antusiasme,” katanya. Lorenzo menilai masalah utama Bagnaia bukan soal teknik, tetapi mental. “Menurut saya, Pecco kehilangan kepercayaan diri dan antusiasme. Dia jadi terlalu negatif. Dia harus bisa mengembalikan keceriaannya secepatnya, kalau tidak dia bisa kesulitan saat pembaruan kontrak nanti,” ujarnya. Juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, terus mengasah insting dan ketajaman membuat keputusan kendati sudah tak lagi aktif membalap di lintasan. Lorenzo percaya Bagnaia membutuhkan bantuan eksternal. Meski pebalap jebolan VR46 Academy itu berharap masa libur tiga bulan dan mencoba motor baru bisa membantu membersihkan pikirannya. “Dia butuh seseorang dari luar, pelatih, Valentino dari VR46, atau psikolog olahraga. Saya juga melakukannya di beberapa fase karier saya, dan banyak pebalap lain juga begitu,” katanya. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 “Pecco perlu menemukan kembali sisi positif dan antusiasmenya. Kemampuannya setidaknya setara dengan Alex Marquez, bukan di bawahnya,” ujar Lorenzo. Lorenzo menutup dengan pesan penting tentang kerendahan hati. “Kamu harus rendah hati, menyingkirkan ego, dan mengakui bahwa kamu punya masalah, lalu mencoba mencari solusi. Mungkin pergi ke psikolog tidak mengubah apa pun, atau justru bisa mengubah banyak hal,” katanya. “Ambil contoh Andrea Dovizioso. Pada 2017, sebelum musim MotoGP dimulai, dia mulai bekerja dengan psikolog. Bukan tekniknya yang berubah, tapi pola pikir dan keyakinannya. Dan itu membuat perbedaan besar,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang