Memastikan tampilan kendaraan tetap mengilap kerap jadi pilihan pemilik mobil untuk melakukan perawatan terbaik bagi bodi mobilnya. Biasanya, bengkel perawatan mobil akan memberikan opsi perlindungan tambahan pada permukaan cat mobil melalui layanan coating atau paint protection film (PPF). Meski keduanya sama-sama bertujuan menjaga kondisi eksterior mobil, namun coating dan PPF memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Henry, Supervisor Namuda Auto Body Care Specialist yang berlokasi di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengatakan, coating dapat memberikan efek hidrofobik atau water repellent pada permukaan bodi kendaraan. Fungsing Coating Memberikan Efek Daun Talas "Kalau mau lebih water repellent, itu bisa di-coating. Jadi seperti dikasih cairan ke seluruh bodi mobil," ujar Henry kepada Kompas.com. Setelah mendapatkan coating, air yang mengenai permukaan bodi akan cenderung membentuk butiran dan lebih mudah mengalir, menyerupai efek daun talas. Menurut Henry, efek tersebut dapat bertahan hingga beberapa tahun apabila kendaraan mendapatkan perawatan secara rutin. Perawatan berkala juga diperlukan untuk mempertahankan performa lapisan coating. "Efek water repellent-nya masih kelihatan sampai tiga tahun, asal dirawat. Ada obat perawatan setelah coating," katanya. Ilustrasi coating mobil Fungsi PPF Melindungi Cat Selain coating, pemilik mobil juga dapat menggunakan paint protection film atau PPF. Berbeda dengan coating yang berupa lapisan cairan, PPF merupakan lapisan film transparan yang ditempelkan pada permukaan bodi kendaraan. Henry mengatakan, PPF lebih ditujukan untuk memberikan perlindungan fisik terhadap permukaan cat, terutama dari risiko goresan ringan. "PPF itu lapisannya seperti plastik, tetapi bening. Itu menjaga dari goresan," ujarnya.